Gaji Telat Plus Mogok Pemain Jadi Evaluasi Komisaris Sriwijaya FC

Komisaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Muddai Madang, angkat bicara soal jabatan plt Direktur Utama PT SOM yang ia jabat juga. Ia menyebut jika itu hal yang biasa dalam perusahaan. 

“Itupun sifatnya sementara, sampai ditemukan sosok yang tepat, ” ujarnya. 

Muddai juga menyebut bakal menjadikan aksi mogok pemain yang sempat terjadi dampak dari keterlambatan gaji sebagai bahan evaluasi sampai di putaran pertama. 

“Kita akan evaluasi tim demi kebaikan ke depan. Pastinya dengan tinjau beragam masalah yang di hadapi sampai pekan ke 13 Liga 1,”kata Muddai. 
 
Mengenai masalah tunggakan gaji yang sempat mengemuka, Muddai menyebut jika hal tersebut mencoreng nama baik Sriwijaya FC yang sudah terjaga selama ini. Bakan tak  hanya nama klub yang ternoda, namun juga nama Provinsi Sumatera Selatan serta Palembang pada khususnya .

“Banyak klub lain juga mengalami kondisi buruk. Tapi pemain bisa menjaga nama baik klub. Apa lagi menyebarkan ke medsos tentunya apa yang didapatkan citra buruk kita (warga Palembang). Ini yang akan kita evaluasi misalnya akan kita tegaskan ke kontrak (MOU) perjanjian kerja dengan pemain,” tuturnya.

Muddai mmenjamin tidak akan ada lagi keterlambatan gaji yang terjadi di Sriwijaya FC. Hal itu juga akan di evaluasi kedepan untuk PTSOM.

“Untuk gaji pemain kan sudah kita selesaikan. Kedepan juga akan kita evaluasi agar tidak ada kedala bagi pemain,” tutupnya.

loading...