Dituduh Tidak Koordinasi, Ini Dalih Pengurus PSMS Medan

Rencana perombakan sejumlah pemain yang dilakukan pengurus PSMS Medan sejatinya tak diketahui oleh pelatih kepala Djajang Nurdjaman. 

Manajemen berdalih langkah tersebut diambil tak lain untuk meringankan beban pelatih yang dianggap tak berhasil mendapatkan pemain dan asisten pelatih yang berkualitas di putaran pertama Liga 1 2018.

“Bukan tidak kordinasi, tapi saat kita panggil dia (Djanur) sudah pulang. Sementara, ada rapat dengan dewan pembina terkait kekalahan 3-0 dari Persib Bandung. Mau cemana lagi, udah perintah,” sebut CEO PSMS, Doddy Tahir kepada awak media, Minggu (10/6/2018) sore.

“Lagian ini gak merugikan dan justru membantu meringankan kerja pelatih. Jadi pemain yang kami siapkan ke Djanur tinggal pakai, jadi gak harus repot lagi.” sambungnya.

Masih menurut Doddy hal itu dilakukan tak lebih semata demi kemajuan PSMS.

“Kalau kalah, cem saya sekarang, dibilang orang bodohlah, tolollah. Pak Edy juga suaranya akan turun, jadi semua terpengaruh,” ucapnya.

Dirinya menerangkan jika 21 Juni mendatang, PSMS akan melakukan trial terhadap enam pemain, yakni empat lokal dan dua pemain asing. Sementara 12 pemain lain yang ingin seleksi, diprediksi datang tak lama usai lebaran berakhir. 
Legimin Rahardjo pun tak cemas jika menjadi korban pencoretan jika dianggap tak memenuhi ekspektasi.

“Mungkin ini yang terbaik menurut pengurus. Karena  pasti ada alasan di balik rencana mereka. Jika saya dianggap kurang bagus saya siap jika harus diganti,” sebut Legimin, Minggu (10/05/18) sore.