Tertahan di Papan Tengah, PS Tira Tetap Puas dengan Kuarter Asing

Kuartet asing PS Tira dinilai sudah memberi kontribusi maksimal di kompetisi Liga 1.

Langkah PS Tira memang agak tersendat dan hanya menduduki peringkat 12 dengan 13 poin saat mengakhiri kompetisi libur Lebaran.

Meski demikian, kuartet Kim Sang Min (Korea Selatan), Gustavo Lopez dan Mariano Berriex (keduanya Argentina) serta Aleksandar Rakic (Serbia) sudah memuaskan.

“Mereka memberi kontribusi maksimal dan mampu mengangkat tim. Sektor depan memang masih menjadi perhatian. Namun Rakic sudah menunjukkan ketajamannya dengan mengoleksi delapan gol,” tutur Miftahudin Mukhson, pelatih sementara PS Tira.

“Bila saya diberi skala poin dari 1 sampai 10, mereka mendapat poin 8 dan bahkan ada yang 9,5. Secara keseluruhan, mereka sudah memberi kontribusinya,” katanya lagi.

Dari legiun asingnya, Rakic paling menonjol karena mampu menjadi juru gedor The Young Warriors.

Sampai laga ke-13, dia sudah mengoleksi delapan gol. Menariknya, tujuh gol striker berusia 31 ini diciptakan di laga tandang.

Rakic juga menjadi satu-satunya pemain asing yang selalu dimainkan. Dirinya juga tidak pernah digantikan.

Meski ini merupakan musim pertamanya di Indonesia, tetapi penyerang yang terakhir kali bermain di Liga India tak kesulitan beradaptasi dengan sepak bola Tanah Air.

“Bila belum maksimal, dia mungkin kurang mendapat dukungan dari yang lain,” kata Miftahudin.

Sang Min berada di peringkat dua sebagai pemain asing yang paling sering dimainkan. Dia hanya sekali absen saat melawan PSM Makassar.

Setiap kali dimainkan, bek yang memiliki tinggi 190 cm ini tak tergantikan.

Meski demikian, dia tetap menjadi salah satu bek yang bertanggung jawab pada rapuhnya pertahanan PS Tira.

Bagaimana tidak, gawang mereka sudah 28 kali kebobolan. Kekalahan telak 0-5 dari Persija Jakarta menjadikan pertahanan PS Tira terburuk di Liga 1.

“Sektor belakang jelas butuh perbaikan. Saya berharap sudah ada progres usai libur Lebaran karena kami harus meningkatkan performa tim,” kata Miftahudin.

Kolaborasi duo Argentina, Lopez dan Berriex di lini tengah sesungguhnya lumayan bagus.

Meski demikian, Berriex masih rutin dimainkan ketimbang koleganya. Dia sekali absen karena akumulasi kartu.

Hanya, dia pernah memulai pertandingan dengan duduk di bangku cadangan.

Lopez baru 11 kali dimainkan dan tujuh di antaranya selalu ditarik keluar. Belakangan, eks gelandang Persela Lamongan ini mulai rutin diturunkan.

Dia juga sudah menunjukkan spesialisasinya sebagai eksekutor bola mati.

loading...