Djadjang Nurdjaman Ogah Mundur Dari PSMS Medan

Pelatih PSMS Medan Djadjang Nurdjaman menegaskan, tidak akan mundur dari Ayam Kinantan, menyusul pemecatan terhadap dua asistennya, dan bertekad membawa tim meraih hasil lebih bagus pascalibur Lebaran.

Djadjang mengaku kecewa dengan keputusan manajemen yang secara sepihak memecat Muhammad Yusuf Prasetyo dan Suwanda. Apalagi dua asisten pelatih dibawa oleh dirinya ke PSMS.

“Mereka buat keputusan tanpa omong ke saya dulu. Pemberitahuan resmi ke saya dan ke bersangkutan belum ada. Saya sudah bicara dengan mereka [manajemen], dan mereka bilang mau menunggu saya pulang ke Medan. Kita tunggu saja,” cetus Djanur, sapaan Djadjang.

“Evaluasi seharusnya ke pelatih kepala, bukan ke asisten. Dievaluasi secara benar dan menyeluruh. Jangan buat keputusan sepihak. Ini di luar kebiasaan, tanpa memberitahukan pelatih kepala yang bawa.

“Saya sudah sampaikan ke pemain. Saya belum menyerah, saya tidak akan mundur kecuali saya dipecat.”

Sementara pelatih fisik Suwanda masih menunggu keputusan dari Djanur. Bahkan Suwanda yang merasa kecewa menantang manajemen untuk bicara masalah sport science dan sepakbola. Bagi Suwanda, pemecatan ini menjdi kado pahit ulang tahunnya yang jatuh 6 Juni.

“Saya tidak masalah dipecat. Itu biasa. Mungkin caranya yang tidak tepat. Sebelumnya memang kami tahu bakal ada evaluasi menyeluruh Baik saya maupun coach Yoyok sudah siapkan materi untuk evaluasi,” ungkap Suwanda.

“Kalau dibilang soal fisik, saya sudah punya evaluasinya, soal conditioning dan segalanya. Tapi saya sudah keburu dapat kabar seperti ini. Kalau bicara sepakbola dan sport science, ayo. Tapi sepertinya mereka [manajemen] jauh dari itu.” (gk-71)