Osas Saha Jadi Opsi, Persija Segera Rampingkan Skuad

Kedatangan Osas Saha nampaknya memberikan dampak besar pada skuad Persija Jakarta. Direktur Utama Persija Jakarta Gede Widiade memberi sinyal akan ada pemain yang terpaksa dicoret untuk merampingkan skuad sekaligus menjadikan pilihan pelatih lebih efektif.

Gede menyebutkan, kuota pemain yang ada saat ini cukup gemuk mengingat Persija sudah tidak lagi bermain di Piala AFC sehingga harus ada yang dilepas.

“Putaran kedua kita evaluasi total, Panpel, manajemen dan klub. Yang pasti kalau di klub pasti ada total juga karena kita sesuai target lolos AFC dan dapat 33 pemain. Tapi, sekarang tidak lolos ke babak berikutnya maka harus efektif lagi, kalau terlalu banyak pelatih bisa tidak fokus,” ujarnya.

Osas Saha akan didaftarkan sebagai second striker dan striker. Nantinya, Teco selaku pelatih Persija akan membuat laporan pemain mana yang akan tersingkir pasca kedatangan Osas.

“Jika ada pemain yang kapasitasnya tidak mencukupi, maka Teco akan memberikan laporan pada manajemen dan akan diputuskan dipergunakan atau tidak, baik lokal dan asing akan ada perubahan,” ujar Gede.

Sebelumnya, Persija telah mengambil keputusan khusus meminjamkan Ivan Carlos ke salah satu klub Liga 1, yakni PSIS Semarang. CEO PSIS Yoyok Sukawi dilaporkan sudah melakukan komunikasi dengan manajemen Persija dan tinggal menunggu persetujuan dari pelatih Vincenzo Alberto Annese.

“Ivan Carlos kita sudah berikan fasilitas, bantu recovery dan sekarang dia bisa main tetapi karena sudah ada Osas Saha maka kita akan pinjamkan Ivan ke PSIS,” jelas Gede. “Kemungkinan besar kesana (PSIS) karena Mas Yoyok sudah bicara tinggal tunggu pelatihnya mau atau tidak. Selain itu, PSIS juga menginginkan beberapa pemain Persija,” tutupnya.

Sementara itu, Kapten tim Persija Ismed Sofyan menyebutkan, sejumlah penundaan laga menjadi kerugian bagi timnya. “Sebab, di kompetisi ini kan yang dilihat poin. Semakin kami tidak bermain, kami akan semakin ketinggalan dari tim lain,” ujar bek senior itu.

Selain itu, dengan diundurnya tiga pertandingan, akibatnya ke depan jadwal pertandingan Persija akan sangat mepet. “Bisa tiga atau empat hari sekali kami main. Itu pasti akan benar-benar menguras tenaga. Harus ada rotasi pemain setiap pertandingan agar kami bisa menampilkan performa terbaik,” ujar bek sayap kanan itu.

loading...