Mari Lupakan Comvalius, Ilija Spasojevic Tetap Penting bagi Bali United di Musim 2018

Selama mengarungi musim 2018, Bali United telah menjalani sekitar 20 pertandingan. Seluruh pertandingan tersebut terdiri dari kompetisi dan turnamen pramusim, mulai dari Piala Presiden 2018, Liga 1 2018, fase kualifikasi Piala AFC 2018 hingga Piala AFC 2018.

Sejumlah pencapaian berhasil ditorehkan skuat Serdadu Tridatu saat menjalani ajang tersebut. Pun juga kegagalan yang terpaksa dihadapi.

Di ajang Piala Presiden 2018, Bali United menatap turnamen pramusim ini dengan kepala tegak.

Berbekal optimisme tinggi, mereka mampu keluar dai fase penyisihan dengan status juara Grup D, unggul dari Persija Jakarta yang menduduki peringkat kedua.

Bahkan, skuat besutan Widodo Cahyono Putro sukses melaju hingga partai puncak.

Di laga final, Bali United kembali bersua kompetitornya saat berlaga di fase grup: Persija Jakarta.

Sayang, superioritas Marko Simic yang merupakan rekrutan anyar skuat Macan Kemayoran membuyarkan asa klub asal Pulau Dewata ini.

Bali United terpaksa takluk dari Persija dengan skor 3-0. Dua gol Marko Simic dan satu gol Novri Setiawan membuat Bali United harus mengubur mimpi mereka.

Pada akhir cerita, Persija merengkuh gelar juara Piala Presiden 2018 dan Simic muncul sebagai sosok idola baru berstatus sebagai top scorer dengan koleksi 11 gol.

Sementara bagi Bali United, kisah tragis kembali terulang di ajang Piala AFC 2018. Ahn Byung-keon Cs, yang pertama kali tampil di kasta kedua turnamen Asia ini, harus mengubur harapan besarnya.

Mereka gagal tampil impresif dengan hanya sekali memetik kemenangan hingga tersungkur di dasar klasemen akhir Grup G.

Cerita pilu tim kebanggaan Semeton Dewata tak hanya berhenti di situ saja.

Status runner-up Liga 1 musim 2017 tak lantas memuluskan langkah Bali United di ajang Liga 1 musim 2018. Hingga matchday ke-13, Fadil Sausu dkk tertatih-tatih berjuang meraih kemenangan.

Bukannya mengulang cerita manis musim lalu, mereka kini malah terdampar di peringkat ke-16 klasemen sementara.

Berada di posisi tiga terbawah, Serdadu Tridatu mengoleksi 14 poin dari 12 laga yang dijalani. Mereka hanya mampu memetik tiga kali kemenangan, ditahan imbang lima kali, serta empat kali takluk dari lawannya.

Dari seluruh prestasi tak membanggakan tersebut, sosok penyerang menjadi salah satu lini yang disoroti dari kubu Bali United musim ini.

Apabila dibandingkan dengan pencapaian mereka di Liga 1 musim lalu saat Bali United memiliki sosok Sylvano Comvalius yang tampil begitu perkasa di pos ujung tombak.

Berjuang bersama Fadil Sausu dkk selama 34 laga di Liga 1 2017, pemain berpaspor Belanda ini sukses menorehkan 37 gol dalam satu musim.

Raihan ini sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak di kompetisi kasta teratas Tanah Air sejak era Liga Indonesia.

Ia sukses melampaui rekor milik Peri Sandria, yang mencetak 34 gol untuk klub Bandung Raya pada musim 1994-1995.

Namun, prestasi impresifnya bersama Serdadu Tridatu tak lantas membuat pemain berusia 30 tahun itu bertahan. Ia memutuskan untuk hengkang ke Liga Thailand demi berseragam Suphanburi FC.

Bali United pun bergerak cepat untuk mengisi pos yang ditinggalkan Comvalius.

Sosok penyerang naturalisasi, Ilija Spasojevic, dianggap sepadan untuk menjadi juru gedor di lini depan.

Didatangkan dari jawara Liga 1 musim 2017, Bhayangkara FC, pemain kelahiran Montenegro tersebut mengemban harapan baru bersama Bali United.

Namun, seiring berjalannya waktu. Spaso dianggap gagal menapaktilasi kesuksesan Comvalius.

Ia gagal melahirkan banyak gol selama berseragam Bali United. Di liga 1 musim ini, Spaso hanya bisa menorehkan dua gol.

Dan parahnya, Spaso saat ini masih belum bisa bermain. Ia harus menepi dalam sejumlah pertandingan lantaran dibekap cedera.

Namun demikian, ada sedikit catatan menarik yang berhasil dilahirkan pemain berusia 31 tahun ini.

Ditilik dari data Labbola, Bali United memiliki catatan lebih baik saat berlaga dengan Spaso.

Statistik ini dilihat dari 20 laga yang telah dilakoni Bali United di musim 2018 dalam berbagai ajang.

Bersama Spaso, Bali United sukses mencatatkan presentase kemenangan sebesar 40%.

Jika dibandingkan dengan Bali United saat bermain tanpa Spaso, presentase kemenangan mereka hanya 14.2%.

Serdadu Tridatu juga memiliki catatan tembakan tepat sasaran yang lebih baik saat bermain dengan Spaso.

Mereka sukses menorehkan tembakan tepat sasaran dengan rata-rata sebesar 4.9 per laga saat bermain bersama Spaso, berbanding 3.9 per laga saat tanpa Spaso.

Terakhir, Bali United juga memiliki peluang mencetak gol lebih banyak saat menurunkan Spaso. Terbukti, Serdadu Tridatu mampu menciptakan rata-rata 8.6 setiap pertandingan apabila bermain bersama Spaso.

Apabila tak menurunkan Spaso, mereka hanya bisa menciptakan peluang sebesar 6.8 setiap laga.

Meski tak banyak mencetak gol musim ini, Spaso berhasil membuat Bali United lebih baik.

Hal senada juga disampaikan sang pelatih, Widodo Cahyono Putro. Widodo juga berharap, akan tiba saatnya bagi Spaso untuk dapat kembali menunjukkan penampilan terbaiknya.

“Tugas striker tidak hanya mencetak gol, namun juga bagaimana dia mampu membuka celah bagi rekan setimnya untuk mencetak gol,” ujar Widodo.

Bali United sangat membutuhkan kemenangan di pertandingan lawan Persipura nanti.

Mampukah Spaso menjadi solusi kemenangan bagi Bali United malam ini?

loading...