Skuat ‘The New Bhayangkara FC’, Dominasi Pemain Muda dan Adaptasi Gaya Baru

Juara bertahan Liga 1, Bhayangkara FC, tertatih-tatih langkahnya sejak dimulainya kompetisi musim ini.

Sampai pekan ke-13, Bhayangkara belum bisa menunjukkan tajinya karena masih tertahan di peringkat kedelapan klasemen sementara Liga 1 musim 2018.

Sang pelatih, Simon McMenemy mengakui bahwa kekuatan timnya saat ini sudah tak sama dibanding dengan musim 2017.

Kehilangan beberapa pemain pilar seperti Ilham Udin Armaiyn dan Evan Dimas yang cabut ke Selangor FA, menjadi salah satu alasannya.

Bhayangkara beberapa kali hanya sanggup menang tipis 1-0 untuk meraih tiga poin.

Dari lima kemenangan, tiga di antaranya diraih dengan skor 1-0 saat mengalahkan Mitra Kukar, Persib Bandung, dan Madura United.

Kemenangan paling besar yang mereka catat adalah 4-2 atas tamunya PS Tira, sementara satu kemenangan lainnya dicatat dengan skor 2-1 atas tuan rumah PSMS Medan.

“Kemenangan 1-0 adalah hasil favorit saya musim ini, yang penting menang. Itu bisa diraih dari set piece atau apapun itu caranya, 1-0 adalah hasil bagus,” kata Simon kepada wartawan.

“Jika kami hanya bisa meraih kemenangan 1-0 sepanjang musim, itu tak masalah. Perlu diingat kami kerap memainkan pemain-pemain muda di bawah 19 tahun dan 23 tahun.”

“Meski begitu kami berhasil mencatat dua kali clean sheet melawan Persib Bandung dan sekarang Madura United. Mana ada tim lain yang banyak memainkan pemain muda seperti kami,” ujarnya percaya diri.

Soal tren produktivitas mencetak gol yang berkurang dibanding musim lalu, pelatih berpaspor Skotlandia punya alasan.

Bhayangkara baru mencetak 14 gol dari 13 laga, minus 4 gol dibanding musim lalu yang sanggup menjaringkan bola 18 kali dengan jumlah laga yang sama.

“Ini adalah The New Bhayangkara FC, kami adaptasi karena lawan pasti sudah mengetahui kekuatan kami sebagai juara bertahan. Kami harus adaptasi mencari cara lain untuk tetap menang,” tutur eks pelatih timnas Filipina.

“Musim lalu, Ilham Udin adalah senjata kami, dia bisa menjadi senjata rahasia saat perandingan sudah terbuka. Juga masih ada Evan Dimas yang selalu mendominasi di lini tengah.”

“Sekarang kami harus konsentrasi bertahan, jangan lupa juga menyerang untuk memenangi laga. Tetapi intinya ini adalah tim yang sama, pelatihnya sama, maka idenya juga masih sama,” ucapnya menerangkan.