Top Scorer Liga 1 Dikuasai Pemain Asing, Bagaimana Nasib Timnas Indonesia U-23 di Asian Games?

Timnas Indonesia U-23 asuhan Luis Milla saat ini menjadi sorotan karena performa kurang meyakinkan jelang tampil di Asian Games 2018. Penyebabnya adalah seretnya gol di lini depan yang berdampak mengecilnya peluang meraih kemenangan.

Kurang dari dua bulan lagi, semua mata dunia di benua Asia akan tertuju kepada Indonesia. Negara yang bakal berusia 73 tahun pada 17 Agustus mendatang, akan menggelar event olahraga bergengsi antarnegara Asia.

Sepak bola masih akan menjadi cabang olahraga yang menarik perhatian di Asian Games. Pada ajang tersebut, 32 tim bakal berebut tiga medali.

Indonesia sebagai negara tuan rumah tentu saja ingin meraih hasil terbaik. Namun, sampai saat ini hal itu tampaknya masih menjadi mimpi yang mustahil. Nada pesimistis dan mencoba realistis sejalan jika melihat persiapan Timnas Indonesia U-23 yang akan berlaga pada Asian Games nanti.

Pada 2018, berbagai upaya sudah dilakukan PSSI untuk memberikan uji coba terbaik kepada Timnas Indonesia U-23. Mulai laga persahabatan sampai bentuk uji coba berlabel PSSI Anniversary Cup 2018 digelar sebagai tolok ukur kesiapan Garuda Muda.

Hanya, dalam enam pertandingan yang digelar medio Januari sampai 3 Juni, Timnas Indonesia U-23 hanya meraih satu kemenangan. Sisanya dua laga menelan kekalahan dan tiga kali bermain imbang.

Hansamu Yama dkk. mencetak empat gol dan kebobolan empat gol. Siapapun yang melihat statistik tersebut tentu akan geleng-geleng kepala. Pangkal masalahnya, ya sederhana saja, Timnas Indonesia U-23 tak punya gaya bermain dan tumpul di lini depan.

Dalam sepak bola, lini serang tentu menjadi pos vital untuk mencetak gol. Namun, bukti banyaknya laga uji coba berakhir imbang, bahkan tanpa gol, membuat kualitas lini depan negara tercinta dipertanyakan.

Luis Milla terlihat bingung bukan kepalang. Berbagai formula sudah diterapkannya, mulai menggunakan pemain lokal berusia muda sampai dipanggilnya penyerang naturalisasi yang sudah berusia senja bernama Alberto ‘Beto’ Goncalves (37 tahun).

Skema-skema tersebut masih belum mampu menjawab kebingungan Luis Milla. Apalagi nasibnya bakal ditentukan pencapaian Timnas Indonesia U-23 di Asian Games mendatang. Lalu, siapa yang layak disalahkan atas tumpulnya lini depan Timnas Indonesia U-23?

Miskin Pilihan

Pada saat tim-tim yang akan turun di Asian Games sudah pada tahap tinggal menunjuk pemain, hal yang berbeda justru dirasakan Timnas Indonesia U-23. Pelatih Luis Milla masih ragu dengan materi pemain yang akan didaftarkannya.

Bongkar pasang pemain dan sejumlah spekulasi masih dilakukan Luis Milla. Mirisnya, kepusingan Luis Milla justu terpaku pada pemilihan senior, yang satu di antaranya untuk lini depan.

Mulai Ilija Spasojevic, Lerby Eliandry, sampai Beto Goncalves masuk skema uji coba Luis Milla. Hasilnya? Nol gol yang dicetak nama-nama pemain yang berprofesi sebagai penyerang murni itu.

“Saya akan terus mencari dan mencoba sampai hari terakhir kami masukkan daftar pemain untuk Asian Games. Sampai saat itu juga saya akan melakukan pergantian pada pos-pos penting jika dibutuhkan,” kata Luis Milla sesuai laga uji coba melawan Thailand U-23 di Stadion Pakansari, Cibinong, (3/6/2018).

Kesulitan Luis Milla menemukan penyerang yang tepat untuk mengisi lini depan Timnas Indonesia U-23 terasa wajar. Jawaban kebingungan sang pelatih sudah tertera jika kita melihat tabel pencetak gol terbanyak sementara Liga 1 2018.

Dalam 10 besar, hanya adalah satu pemain berpaspor Indonesia pada daftar tersebut yakni Stefano Lilipaly (di posisi kelima dengan torehan tujuh gol). Namun, faktanya Stefano Lilipaly bukan sosok penyerang murni seperti yang saat ini dicari Luis Milla.

Lalu, di posisi berapa penyerang asli Indonesia dalam tabel klasemen pencetak gol terbanyak sementara Liga 1 2018? Jawabannya ada di posisi 11 atas nama Dedik Setiawan yang musim ini sudah mencetak lima gol untuk Arema FC.

Namun, entah alasan apa nama Dedik Setiawan luput dari pengamatan maupun penglihatan Luis Milla. Padahal, sang pemain saat ini berusia 23 tahun dan sedang memiliki performa menanjak, ketimbang penyerang pilihan Luis Milla di atas.

Salah Kompetisi

Striker Timnas Indonesia, Lerby Eliandry, saat melawan Thailand pada laga persahabatan di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu, (03/6/2018). Indonesia bermain imbang 0-0 dengan Thailand. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Legenda Timnas Indonesia, Gendut Doni, memahami kesulitan Luis Milla mencari penyerang berkualitas. Menurut dia, kompetisi Indonesia sendiri yang membuat proses regenerasi penyerang lokal mandek.

“Masalahnya ya ada di kompetisi kita (Indonesia). Soalnya banyak klub yang menggunakan penyerang asing semua. Itulah yang membuat regenerasi setelah Boaz Solossa itu tidak ada,” kata Gendut Doni kepada Bola.com, Rabu (6/6/2018).

“Lerby Eliandry yang digadang-gadang juga belum menemukan bentuk performa. Namun, saya sih berharap pelatih menemukan ramuan jitu untuk menghadapi Asian Games nanti dengan komposisi penyerang yang tepat,” ucap pemain yang mengoleksi 22 caps untuk Timnas Indonesia medio 2000-2004 itu.

Kalau memang ada pemain muda yang berkualitas, buat apa harus memanggil pemain senior? Ya, hanya Luis Milla yang tahu jawabannya dan semoga ia tidak keliru dalam hal pilihan pemain Timnas Indonesia U-23 di Asian Games nanti.

liga88
loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*