Rahasia Ketangguhan Lini Belakang Timnas Indonesia U-23 Asuhan Luis Milla

Timnas Indonesia U-23 asuhan Luis Milla dikenal memiliki kualitas lini belakang yang tangguh. Hal itu kerap membuat serangan yang dibangun lawan patah dan gagal berbuah gol. Apa rahasianya?

Tak bisa dimungkiri, lini belakang dalam sebuah tim memiliki peran vital. Bahkan, kesuksesan sebuah tim bergantung pada kukuhnya barisan lini pertahanan.

Jika lini pertahanan sebuah tim susah ditembus, maka kemenangan hanya tinggal menunggu waktu. Komitmen inilah yang mungkin dipegang oleh Luis Milla di Timnas Indonesia U-23.

Sejak dipercaya menukangi Tim Merah-Putih pada 2017, Luis Milla diketahui memiliki nama-nama pemain langganan untuk lini belakang. Nama-nama tersebut pun sukses ditempa menjadi bek tangguh yang membuat lini pertahanan Garuda Muda sukar ditembus.

Faktanya sudah terlihat yakni selama 2017, Timnas Indonesia hanya kebobolan 11 gol dari 14 pertandingan. Peningkatan kualitas lini belakang pun mulai terlihat pada 2018.

Sampai 3 Juni 2018, gawang Timnas Indonesia U-23 hanya kebobolan tiga gol dalam enam pertandingan persahabatan. Hal ini menjadi indikasi lini pertahanan tim asuhan Luis Milla itu sudah sangat solid.

Duel pemain timnas Indonesia U-23, Hansamu Yama (kiri) dengan pemain Uzbekistan pada laga PSSI Anniversary Cup 2018 di Stadion Pakansari, Bogor, (03/5/2018). Indonesia U-23 bermain imbang 0-0. (Bola.com/Nick Hanoatubun)
Kunci kukuhnya lini belakang Timnas Indonesia U-23 ternyata pada duet Hansamu Yama dan Bagas Adi. Kedua nama tersebut merupakan tembok yang sulit ditembus.

Tak hanya bergantung pada dua nama tersebut, Luis Milla juga memiliki opsi lain di lini belakang. Pelatih asal Spanyol sesekali pernah melakukan pergantian dua nama bek tersebut dengan Andy Setyo dan Ricky Fajrin.

“Saya orang yang positif. Faktanya, kami menjadi tim yang paling sedikit kebobolan. Dari aspek tersebut, kami akan mencoba melangkah lagi. Meski tak bisa mencetak gol, masih ada sisi positif dan saya yakin dengan Timnas Indonesia yang ini,” kata Luis Milla ketika ditanya soal kualitas lini belakang timnya di PSSI Anniversary Cup 2018.

Sayang, ketangguhan lini belakang tak diikuti dengan torehan gol di lini depan. Hal itu dibuktikan dengan penurunan kolektivitas gol Timnas Indonesia U-23 dalam lima pertandingan terakhir.

Garuda Muda hanya mampu mencetak satu gol dalam lima pertandingan tersebut. Kelemahan ini tentu harus segera dicari jalan keluar oleh Luis Milla.

Andai kepingan itu sudah menemukan solusi, maka dengan ketangguhan di lini belakang dan lini depan, Tim Garuda Muda bisa menjadi mimpi buruk untuk para lawan di Asian Games mendatang.

liga88
loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*