happistar 526bet






SQ881
Inidewa365
Texaspoker
goldwin88
bursabet
Ft95
Bandar855

SFC Segera Launcing Akademi Pembinaan Junior

Manajemen Sriwijaya FC (SFC) segera me-launching Pro Elit Akademi. Ini merupakan wadah pembinaan pemain muda dari kelompok umur 16 tahun (U-16) yang dibentuk berdasarkan aturan Liga Indonesia Bersatu (LIB).

Direktur Pengembangan Usia Dini SFC, Bambang Supriyanto menerangkan, Pro Elit Akademi ini merupakan pembinaan yang harus dimiliki setiap klub profesional di tanah air. Karena klub harus mempunyai pembinaan yang berkesinambungan dari tim junior hingga ke senior, mulai dari U-14, 16, 19 dan 21 hingga mencapai tim senior.

“Ada target yang akan dibangun PSSI untuk masa depan sepak bola, dan semua akan mencapai target pada tahun 2025 melalui proses pembinaan yang terukur dan terstruktur. Artinya, target semuanya dibebankan pada anak-anak pada usia 14 dan 16 saat ini. Bukan juga berarti kompetisi saat ini kurang bermutu, hanya saja kita akan menekankan pada target di 2025, agar sepakbola Indonesia bisa sejajar dan berbicara di kancah internasional. Jadi, memang kita tekankan pada anak-anak Pro Elit Akademi yang sekarang ini,” ujarnya Rabu (30/5/2018).

Bambang menjelaskan, launching SFC Pro Elit Akademi ini sendiri akan dibarengi dengan launching SFC U -19 sebelum lebaran. “Untuk tim pelatih pada Pro Elit Akademi, sudah ditunjuk pelatih kepalanya Fauzi Toldo. Kita juga sudah tahu kapasitas dan pengalaman beliau dalam menangani tim junior. Terakhir pada Porprov 2017, Fauzi Toldo membawa Pagaralam menjadi juara cabor sepak bola,” katanya.

Tangan dingin Fauzi Toldo ini, papar Bambang, sangat dibutuhkan menggodok anak-anak muda Sumsel. Apalagi Fauzi Tuldo juga pernah menjadi penjaga gawang utama Sriwijaya FC beberapa tahun lalu. Tujuan manajemen tentu ada estafet prestasi dari senior ke junior ini, dari U-19 ke U-16 kemudian ke U-14.

Untuk pencarian bakat U-16 Pro Elit Akademi ini, ungkapnya, manajemen bekerja sama dengan FOPSSI yang membawahi beberapa sekolah sepakbola (SSB) terbaik yang ada di Sumsel. “Jadi kita ambil pemain dari berbagai SSB di Sumsel ini dengan parameter tertentu. Karena kita ada target, jadi kita menentukan siapa saja yang berhak masuk dalam Pro Elit Akademi ini. Kita tidak asal pilih, tim pelatih juga melakukan pemantauan yang sangat ketat. Pemantauan itu mulai dari fisik, teknik dan visi bermain atau pemahaman dalam sepakbola,” ungkapnya.

Bambang menambahkan, saat ini sudah terkumpul 25 pemain, namun idealnya manajemen akan mencari hingga 30 pemain dengan memberlakukan sistem promosi degradasi. “Tapi anak-anak yang sudah tergabung dalam 25 orang pemain ini tidak automatically be a members of SFC. Dalam perjalanannya, kalau mereka tidak mampu bersaing dengan sesama mereka, otomatis tim pelatih akan mendegradasi dengan aturan poin-poin,” tandasnya.





AFAPOKER RGOBET wigobet 12online gaming