Marko Simic: Keputusan Komdis PSSI Salah

Penyerang asing Persija Jakarta buka suara terkait hukuman Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang diberikan terhadapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Komdis menghukum Simic larangan bermain dalam empat pertandingan dan denda Rp20 juta.

Hukuman itu diberikan lantaran Simic dianggap dengan sengaja menyikut pemain Persipura Jayapura dalam lanjutan Liga 1 2018 di Stadion Pakansari, Bogor, 25 Mei lalu. Simic berpendapat bahwa, dalam video yang digunakan Komdis untuk menghukumnya jelas-jelas bahwa dia tidak bermaksud mencederai seseorang.

“Itu adalah situasi yang normal. Saya tidak melihat seseorang di belakang saya. Kejadiannya juga cukup cepat. Saya hanya berusaha menyongsong bola. Tidak untuk mencederai atau menendang lawan. Jika ada gerakan tangan saya yang disebut menyikut itu tidak benar. Karena saya dalam posisi berlari. Wasit juga ada di dekat saya dan dia juga tidak meniup peluit adanya pelanggaran,” ucap Simic, seperti dikutip laman resmi Persija.

“Saya tidak pernah mendapatkan kartu merah sepanjang karier bermain sepakbola. Ini adalah serangan besar kepada pribadi saya, Persija dan juga suporter. Bayangkan, hukuman itu dijatuhkan sehari sebelum pertandingan besar,” tambah eks penggawa Melaka United itu.

Ya, hukuman itu diberikan sehari jelang Persija menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (3/6) malam. Padahal, Persija sudah menyiapkan taktik untuk laga tersebut dengan Simic sebagai andalan di lini depan.

Dengan absennya Simic lantaran keputusan ini, praktis membuat tim pelatih Persija harus meramu ulang strategi mereka untuk laga nanti.

“Hukuman ini adalah keputusan yang benar-benar salah. Apalagi dalam laporan pertandingan juga tidak disebutkan terjadi insiden. Kamu tidak bisa menghukum seseorang malam hari sebelum pertandingan hanya karena video di Instagram dengan gambar yang kualitasnya tidak bagus,” jelas pemain asal Kroasia itu.