Lini Depan Cilegon United Kurang Produktif

Kesebelasan Cilegon United (CU) (27/5) memulai rutinitas latihan pascalibur selama sepekan di awal Ramadan. Barisan striker menjadi titik perhatian khusus bagi staf pelatih untuk segera diperbaiki. Bagaimana tidak, dari lima laga yang telah dilakoni, Johan Juansyah cs baru mampu memasukkan empat gol.

Ya, jumlah gol yang dimiliki CU merupakan yang paling sedikit di wilayah Barat. Selain menuntut kreativitas agar mampu menciptakan setiap peluang menjadi gol, skills individu para striker juga terus diasah.

Pelatih CU Imam Riyadi mengatakan, para striker dituntut memiliki skills individu di atas rata-rata karena tugas yang diemban para striker berbeda dengan pemain di posisi lain. “Striker kan tugas utamanya adalah mencetak gol sebanyak mungkin bukan menciptakan peluang,” tegas Imam saat memimpin jalannya latihan di Stadion Krakatau Steel (KS), Cilegon.

Imam menambahkan, mempertajam skills individu dan insting mencetak gol para striker menjadi fokus dan program utama staf pelatih. “Ini bagian dari hasil evaluasi di lima laga awal,” timpalnya.

Selain memoles para striker, lanjut mantan pemain tim nasional itu, performa tim juga turut menjadi fokus staf pelatih. Meski timnya mampu memetik empat poin di dua laga terakhir jelang jeda koimpetisi, bukan berarti performa Rinto Ali cs sudah sesuai harapan. “Saya melihat kerap terjadi miss-komunikasi antarlini. Kita butuh perbaikan agar tim semakin solid,” tegas Imam.

Sementara itu, CEO CU Yudhi Apriyanto menambahkan, dua laga terkahir menunjukkan kualitas sesungguhnya. “Namun, tidak menutup kemungkinan akan ada perombakan tim di pertengahan kompetisi,” singkatnya. (dre/ful/dwi/RBG)

loading...