Batal Berseragam Timnas U-23, Kekecewaan dan Kesedihan Berkecamuk di Hati Winger Bali United

Winger muda Bali United, Yabes Roni, tak bisa menyembunyikan kesedihannya saat mengetahui bahwa namanya batal menjadi salah satu pemain dari total 22 nama yang mendapat panggilan untuk membela timnas U-23 Indonesia jelang laga uji coba melawan timnas U-23 Thailand.

Bersama kompatriotnya di Bali United, Ricky Fajrin, Yabes Roni merupakan pemain langganan timnas U-23 Indonesia di bawah besutan Luis Milla.

Namun, seiring dengan dengan surat resmi yang dikirimkan PSSI untuk manajemen Bali United, asa pemain berusia 23 tahun itu terpaksa dikubur dalam-dalam.

Dari surat resmi yang dikirimkan ke manajemen Bali United, disebutkan bahwa berdasarkan komunikasi internal antara tim pelatih Timnas U-23 Indonesia, pemain dan tim medis, maka dengan ini PSSI merevisi surat pemanggilan pemain Tim Nasional U-23 no. 2347/AGB/297/V-2018 tanggal 24 Mei 2018.

Surat tersebut berisi tentang memanggil Ricky Fajrin serta pembatalan pemanggilan Yabes Roni.

Pasalnya, pemain asal Alor, Nusa Tenggara Timur itu saat ini masih berkutat dengan cedera.

Imbasnya, Luis Milla pun memutuskan untuk mengganti Yabes Roni dengan winger Persebaya Surabaya, Irfan Jaya.

Ia harus menjalani pemulihan cedera di bagian lututnya. Cedera tersebut didapat Yabes saat membela skuat Serdadu Tridatu ketika melawan Mitra Kukar pada 11 Mei lalu.

Bagi Yabes Roni, rasa kecewa tak bisa dihindari. Padahal, ini merupakan momentum yang bagus bagi karier seorang pesepak bola untuk unjuk gigi bersama skuat tim nasional.

Namun di sisi lain, ia mengaku makin termotivasi untuk memulihkan kembali kondisinya yang saat ini masih mengalami cedera.

“Jujur ada perasaan sedih karena dipanggil Timnas Indonesia pasti menjadi impian semua pemain, temasuk saya. Tapi karena memang saya belum sepenuhnya pulih dari cedera, maka saya harus digantikan pemain lain,” ujar Yabes Roni, dilansir dari laman resmi Bali United.

“Bagi saya hal tersebut tidak masalah karena saya sekarang makin termotivasi untuk bisa kembali fit dan membuktikan bila saya bisa untuk dipanggil lagi,” ujar Yabes.

Lebih lanjut, Yabes menganggap bila dibatalkannya ia dipanggil memperkuat Timnas merupakan ujian dari Tuhan untuk dirinya.

Namun sekali lagi ia tegaskan bila hal tersebut tidak mengurangi optimisme Yabes untuk menatap hari esok yang lebih baik.

“Ya, saya percaya ini ujian Tuhan untuk saya, dan saya yakin masih ada hari esok yang Tuhan siapkan dan tentunya jauh lebih indah untuk saya,” ujar sang pemain.

“Semoga Timnas Indonesia U-23 mendapatkan hasil terbaik di laga uji coba nanti,” kata Yabes.