Stadion Wilis Madiun Berpeluang Jadi Markas Persis Solo

Teka teki mengenai di mana Persis Solo akan bermarkas selama renovasi Stadion Manahan berlangsung mulai menemukan titik terang. Bukan Stadion Sriwedari yang selama ini diharapkan oleh manajemen dan suporter, tetapi Stadion Wilis Madiun yang berjarak sekitar 117,6 km dari Kota Solo.

Meski belum ada keputusan final, stadion berkapasitas 25.000 penonton yang dibangun sejak 1999 itu agaknya menjadi pilihan yang paling realistis. Ini setelah pihak keamanan Polresta Solo tidak berani menjamin keamanan bila Persis Solo bermarkas di Stadion Sriwedari yang hanya berkapasitas sekitar 10.000 penonton. Manajemen Persis Solo juga ragu bisa menggunakan Stadion Maguwoharjo Sleman yang berjarak sekitar 46,6 km dari Kota Solo.

“[Stadion Maguwoharjo] sepertinya tidak mungkin dipakai karena sama-sama digunakan tim dari Liga 2 [PSS Sleman]. Jadi, kemungkinan besar kami ke Madiun,” terang Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persis Solo Dedi M. Lawe saat dihubungi Solopos.com, Rabu (30/5/2018).

Manajemen tetap berharap Persis Solo bisa bermarkas di salah satu stadion di Soloraya. Menurut Dedi, pemilik Persis Solo Sigit Haryo Wibisono masih bernegosiasi dengan pihak-pihak terkait supaya masih bisa menggunakan Stadion Sriwedari sebagai markas tim.

“Kami akan pilih stadion yang paling memungkinkan dan aman serta didukung oleh semua pihak. Nanti akan kami sampaikan kepada publik stadion mana yang kami pilih. Tunggu setelah ada surat resmi dari panpel dan manajemen selesai menggelar rapat untuk membahas persoalan ini,” jelas Dedi.

Sementara itu, Presiden Pasoepati Aulia Haryo Suryo, mengaku tidak mempermasalahkan Persis Solo akan bermarkas di mana selama proses renovasi Stadion Manahan berlangsung. Menurutnya, di manapun Persis Solo bakal bermarkas tidak akan mempengaruhi antusiasme dari Pasoepati dalam memberi dukungan kepada tim kesayangan. Meski begitu, Rio, sapaan akrabnya, memprediksi jumlah suporter yang hadir ke stadion bakal berkurang.

“Jika kita melihat jadwal pertandingan, banyak digelar di hari kerja. Itu sudah pasti berdampak pada dukungan suporter. Selain itu, jika bermarkas di Madiun memakan waktu tempuh hingga 2,5 hingga 3 jam. Jadi, dukungan suporter pasti akan berkurang,” ucap Rio.

loading...