Bonek dan Jakmania Dianggap Belum Sepenuhnya Akur

Duel klasik antara Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya pada laga pekan ke-12 Gojek Liga 1 2018 bersama Bukalapak di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (3/6/2018) malam WIB, batal digelar.

Laga urung terlaksana akibat adanya keributan antara oknum suporter Persija, The Jakmania, dengan oknum pendukung Persebaya, Bonek, dari Minggu siang hingga malam hari.

Akibatnya, puluhan suporter dan penduduk setempat mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke beberapa rumah sakit di Kabupaten Bantul. Selain itu, sejumlah kendaraan juga jadi sasaran perusakan.

Bahkan, dua mobil manajemen PS Tira yang kebetulan hendak menggelar match cordinator meeting (MCM) jelang laga melawan Barito Putera di Stadion Sultan Agung, Senin (4/6/2018), dilempari sejumlah oknum suporter.

Berbagai pihak menilai hubungan kedua suporter belum sepenuhnya akur. Beberapa kali sering terjadi bentrokan saat bertemu dalam satu stadion.

Adanya kuota seribu tiket bagi suporter Persebaya yang diberikan Panpel Persija diduga secara tak langsung turut memicu datangnya ribuan Bonek ke Bantul. Di sisi lain ribuan suporter Persija, The Jakmania juga ikut hadir ke stadion.

“Hubungan kedua kelompok suporter masih fifty-fifty. Artinya di tataran atas atau koordinator suporter memang sudah tidak ada apa-apa lagi, sudah akur. Tetapi, di grassroot atau arus bawah yang masih sulit dikendalikan,” kata Koordinator Bonek Jogja, Cak Tulus.

Bentrok antara oknum The Jakmania, dengan oknum Bonek, tidak hanya menimbulkan kerugian lantaran duel Persija kontra Persebaya batal digelar, namun juga jatuh korban. Akibat kericuhan itu, 22 orang mengalami luka-luka dan harus mendapat perawatan di rumah sakit.

liga88
loading...