Meski Main Jelek, Pelatih Arema Puas dengan Hasil Akhir

Tiga poin berhasil diamankan Arema FC saat menjamu PSIS Semarang dalam lanjutan Gojek Liga 1 bersama Bukalapak semalam (1/6/2018). Tapi kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. Setelah unggul satu gol lewat sontekan Dedik Setiawan, Arema mati-matian untuk bertahan pada babak kedua.

Pelatih Arema, Milan Petrovic, mengakui jika dari segi permainan memang timnya tidak maksimal. Anak buahnya terbebani wajib menang. Karena tim berjuluk Singo Edan ini harus mengamankan tiga poin untuk lepas dari posisi juru kunci. “Saya mengerti, Aremania pasti kurang puas melihat permainan tim tadi. Tapi secara hasil harusnya bisa membuat semua senang. Saya memaklumi pertandingan tadi tidak mudah. Kami harus menang dan PSIS sedang bermain bagus,” kata Milan.

Secara persiapan, sebenarnya Arema lebih unggul. Karena waktu recovery yang dimiliki dua hari lebih banyak ketimbang PSIS. Namun beban yang dibawa Purwaka Yudi dkk lebih berat. Mereka wajib menang setelah banyak kehilangan poin di kandang dan tandang. “Kami sudah persiapkan semuanya dalam latihan. Tapi memang sulit bermain dalam situasi seperti ini. Dan saya berjanji akan memperbaiki permainan tim setelah libur (lebaran),” jelasnya.

Artinya, selama Ramadhan, Arema lebih memprioritaskan untuk fokus pada hasil akhir. Pola seperti itu besar kemungkinan tetap digunakan dalam pertandingan selanjutnya lawan Perseru Serui. Karena laga itu akan dilangsungkan pada 6 Juni. Sehingga Singo Edan tidak memiliki banyak waktu untuk memperbaiki performa tim. “Yang terpenting kami amankan poin penuh hingga pekan depan,” harapnya.

Dalam pertandingan lawan PSIS, permainan Arema seakan kurang teratur. Tidak ada gelandang yang bisa mengatur irama permainan tim. Playmaker asal Montenegro, Balsa Bozovic justru tidak dimasukkan dalam line up. Karena mantan pemain Persela Lamongan itu tampil buruk pekan lalu di kandang PSMS Medan. Karena itu, Milan hanya mengandalkan pemain lokal Dendi Santoso sebagai kreator serangan. Dia dibantu oleh Ahmet Atayev yang rajin mengirimkan umpan trobosan dari posisi gelandang jangkar.