Cerita David da Silva Melewati Ramadan di Timur Tengah

Striker Persebaya Surabaya, David da Silva, untuk kali pertama melewati Ramadan di Indonesia. Sebagai non-muslim, pemain asal Brasil itu sangat paham dengan ibadah puasa yang harus dijalani umat Muslim.

Bagi David Da Silva, Indonesia juga merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim pertama yang dia tinggali. Sebelumnya, striker berusia 28 tahun itu telah lebih dulu berkarier di beberapa negara Asia Barat atau Timur Tengah.

Sejak 2014, tercatat Da Silva pernah membela lima klub dari lima negara yang berbeda, seperti Khor Fakkan (Uni Emirat Arab), Al Mussanah (Oman), Al Orobah (Saudi Arabia), Al Qadsia (Kuwait), dan Al Khor (Qatar).

Dalam Bulan Baik ini, Da Silva membagikan cerita dirinya selama menjalani Bulan Ramadan di beberapa negara tersebut. Dengan didominasi penduduk Muslim, dia awalnya mengaku cukup kesulitan dalam beradaptasi.

“Di sana mayoritas penduduk juga muslim dan saya harus mematuhi peraturan. Saat Ramadan, semua mal dan toko-toko akan tutup sampai waktunya buka. Di sana semuanya diatur dengan sangat ketat. Kehidupan dimulai sekitar pukul 18.00 karena mereka puasa di musim panas,” ungkapnya kepada Bola.com, Rabu (24/5/2018).

Kondisi itu tentu menyulitkannya untuk mencari makanan dengan mudah di siang hari dalam Bulan Ramadan. Tidak ada toko atau kedai yang dengan bebas menjual makanan.

“Tapi, saya sebenarnya tidak terlalu mengeluhkan kondisi itu. Sebab, kompetisi biasanya berakhir menjelang Ramadan dan akan libur sampai setelah Idul Fitri. Dengan kondisi itu, saya lebih memilih untuk liburan atau pulang ke Brasil,” imbuh pemain bernomor punggung 17 di Persebaya itu.

Jika dibuat perbandingan, David Da Silva mengaku lebih nyaman melihat Ramadan di Indonesia. Dia menyebutkan beberapa perbedaan yang terjadi antara negara Timur Tengah dan Indonesia dalam menyambut Ramadan.

“Sangat berbeda. Di Indonesia, masyarakatnya lebih terbuka. Di sini semuanya saling menghormati, jadi kami (non-muslim), juga tidak terlalu repot untuk menjalani aktivitas seperti biasa,” kata Da Silva.

Dengan pengalamannya di Timur Tengah itu, Da Silva tidak mengalami culture shock meski tinggal di Indonesia yang merupakan negara baru buatnya. Dia bisa beradaptasi dengan baik bersama rekan satu tim di Persebaya.

“Saya sudah beradaptasi dengan baik di sana (Timur Tengah), tentu saya bisa beradaptasi di sini. Saya tidak ada masalah, saya tahu cara menghormati umat Muslim yang puasa, salah satunya dengan tidak makan di depan mereka. Kami semua saling menghormati,” kata Da Silva.