Begini Cara Pemain Asing Arema Hormati Rekannya yang Puasa

Pemain non Muslim Arema FC, terutama pemain asing, memperlihatkan toleransi selama Bulan Ramadan. Dalam sesi latihan, mereka tidak minum sembarangan di depan rekan-rekannya karena mayoritas pemian Arema sedang menjalani ibadah puasa, sementara program latihan tetap berjalan pada sore hari.

“Saya bukan Muslim, karena itu harus tetap menghormati pemain yang puasa. Kalau saya haus, saya sembunyi untuk minum dengan cepat. Kalau tidak, saya minum di dalam mobil,” kata striker Arema, Thiago Furtuoso.

Begitu juga dengan pemain lain. Mereka seakan ingin memperlihatkan, ikut merasakan puasa seperti yang dijalani pemain muslim.

Sebenarnya aturan dalam latihan saat Bulan Puasa musim ini lebih longgar, berbeda dengan beberapa tahun terakhir. Bahkan ketika Arema ditangani pelatih asing, Milomir Seslija musim 2016, tidak ada air mineral yang disiapkan di pinggir lapangan.

Sedangkan ketika masih dilatih Rahmad Darmawan musim 2013, jam latihan dimundurkan lebih sore. Latihan akan berakhir bertepatan dengan adzan Maghrib sehingga mereka bisa langsung minum setelah latihan.

Seperti diketahui, musim ini tidak ada aturan khusus yang diberlakukan. Tetapi, pemain non Muslim sudah terbiasa untuk menghormati pemain yang sedang menjalankan puasa.

Selain Thiago, pemain asing lain seperti Arthur Cunha, Balsa Bozovic juga tidak menjalani puasa. Sedangkan di tim pelatih ada Milan Petrovic, Dusan Momcilovic, dan Ricardo Navaro. Mereka tidak minum atau makan sembarangan ketika sesi latihan berjalan.

“Aturan khusus memang tidak ada. Tapi ,tim ini kan seperti keluarga. Otomatis semua sudah menghormati saat Bulan Ramadan,” kata asisten pelatih Arema, Kuncoro.

Ketika di luar lapangan, kebersamaan pemain Arema lebih baik saat Bulan Ramadan karena banyak pemain yang tinggal di mes dan menikmati buka puasa bersama. Sedangkan beberapa musim sebelumnya, hanya segelintir pemain saja yang tinggal di mes sehingga pemain menjalani buka puasa di rumah masing-masing.