Timnas U-19 Indonesia Dipastikan Kehilangan 2 Pemain Penting di Piala AFF U-19

Menyongsong bergulirnya turnamen Piala AFF U-19 2018 yang akan digelar pada 2-14 Juli 2018, timnas U-19 Indonesia mulai mempersiapkan diri.

Total 28 pemain mendapat panggilan untuk menghadiri sesi pemusatan latihan atau training camp (TC) di Yogyakarta selama 19 hingga 27 Mei 2018.

Menjelang bergulirnya gelaran tersebut, skuat Garuda Nusantara tampaknya harus segera mencari pamain penting untuk mengisi pos yang ditinggalkan Rachmat Irianto.

Absennya Rachmat Irianto meninggalkan lubang kosong di lini pertahanan timnas U-19 Indonesia.

Pemain yang bertugas sebagai bek tengah tersebut harus menepi dari lapangan hijau lantaran dibekap cedera.

Indra Sjafri harus bekerja ekstra keras untuk mencari pemain lain.

Pasalnya, Rian, panggilan akrab Rachmat Irianto, adalah sosok penting yang tak tergantikan di lini pertahanan skuat Garuda Nusantara. Selain itu, ia juga mengemban tugas sebagai kapten tim.

Sebagai informasi, cedera tersebut menimpa Rian saat membela tim Bajul Ijo ketika menjamu Barito Putera pada laga lanjutan kompetisi Liga 1 musim 2018.

Bahkan, palang pintu berusia 18 tahun itu harus menjalani operasi untuk menyembuhkan cederanya tersebut.

Setidaknya, ia diprediksi bakal undur diri dari dunia kulit bundar selama tiga bulan untuk pulih dari cedera.

“Untuk Rian, dia masih membutuhkan waktu untuk menyembuhkan cederanya selama sekitar dua bulan,” kata Indra Sjafri.

“Kemungkinan dia tidak ikht bersama kami selama Piala AFF U19” jelasnya menambahkan.

Selain itu, satu pemain lain yang juga bepeluang untuk absen pada turnamen tersebut ialah Rifad Marasabessy.

Pemain yang berposisi sebagai bek kanan tersebut juga tengah berjuang menyembuhkan cederanya.

Bek asal Tulehu itu mendapati cederanya saat membela Madura Unitedi di ajang Liga 1 2018 melawan Sriwijaya FC.

Demi menanggulangi persoalan di lini pertahanan tersebut, Indra Sjafri menanggulanginya dengan memanggil sejumlah pemain baru.

Wajah-wajah baru seperti Muhammad Iqbal (SKO Ragunan) serta dua pemain asal Bogor FC, Al Risqy Dwi Pradana dan Muhammad Firli, turut mendapat kesempatan.

Indra Sjafri menyebut, dirinya berjanji akan memberi peluang bagi pemain-pemain baru tersebut untuk menunjukkan aksinya.

“Di akhir TC km akan menilai mereka. Termasuk saat laga uji coba. Kami harus fair, kami harus mencoba memberikan kesempatan mereka bermain di tim,” jelasnya.

“Apabila memang mereka pantas akan kami ikutkan di tim. Kalau tidak, pantas kami akan cari pemain lain,” kata pelatih berusia 55 tahun itu menerangkan.