Panpel Persija Waspadai Titik Rawan Bentrokan di Sekitar Pakansari

Keributan selalu terjadi ketika Persija Jakarta bermain di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Suporter Persija, Jakmania, mendapat penghadangan ketika perjalanan pulang.

Saat kembali ke Pakansari untuk menghadapi Persipura Jayapura, Jumat (25/5/2018), panitia penyelenggara (panpel) pertandingan Persija tidak ingin keributan tersebut kembali terulang. Maka dari itu, petugas kepolisian disiagakan di beberapa titik-titik rawan terjadi bentrokan.

“(Keributan) sudah kita antisipasi semuanya. Insya Allah tidak ada terjadi kericuhan,” ujar Ketua Panpel Persija, Arif Perdana Kusuma ketika dihubungi Liputan6.com.

Titik-titik rawan yang dimaksud, antara lain, di sepanjang Jalan Raya Bogor menuju Pakansari, dan di pintu keluar Tol Sentul. Yang sudah-sudah, betrokan kerap pecah di lampu merah Sentul mengarah ke Pakansari.

Pengamanan ekstra ketat ini diberlakukan tidak hanya untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat di sekitar Pakansari. Namun, juga untuk memuluskan niatan Persija bermarkas di venue berkapasitas 30 ribu penonton itu hingga Asian Games 2018 selesai pada September mendatang.

Selain pengamanan yang ketat, Jakmania juga diimbau untuk tidak membawa benda-benda terlarang termasuk roll paper, kertas yang biasa dilemparkan ke dalam lapangan sesaat setelah kick off. Selain itu, benda-benda seperti suar dan bom asap juga dilarang memasuki stadion.

“Begini, teman-teman Jakmania, ini kan stadion punya orang, untuk tetap tertib, usahakan tidak membawa roll paper, suar, dan bom asap,” imbuh Arif.

“Jangan sampai kita didenda lagi. Kita kan pernah didenda banyak. Jangan sampai merugikan Persija,” tuturnya.