MENANG ATAU PULANG MALU AREMA FC!

Arema FC bakal menjalani laga sangat penting menghadapi Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, malam ini (18/5). Disebut sangat penting karena inilah laga pertaruhan bagi pelatih gres Arema: Milan Petrovic. Dia menggantikan Joko ”Gethuk” Susilo. Selain itu, laga ini menjadi penentu apakah Arema FC bisa keluar dari zona degradasi atau sebaliknya. Maka, pilihannya ada dua: Menang atau pulang dengan rasa malu.

Karena laga ini bakal seru. Sebab, kedua tim dipastikan tampil keras untuk memperoleh hasil positif setelah pada beberapa pertandingan, mereka tampil buruk. Singo Edan–julukan Arema FC– masih terpuruk di dasar klasemen dengan perolehan 6 poin. Sedangkan Bali United juga kalah dalam empat pertandingan terakhir berturut-turut.

Kedua kesebelasan membutuhkan kemenangan untuk menunjukkan kebangkitan mereka. Bagi klub berjuluk Singo Edan itu sendiri, laga melawan tim berjuluk Serdadu Tridatu ini merupakan ujian perdana bagi pelatih baru Milan Petrovic. Dia menggantikan Joko ”Gethuk” Susilo.

Menanggapi pertandingan nanti, pelatih kepala Arema FC Milan Petrovic mengungkapkan bahwa timnya akan memainkan skema yang berbeda dari permainan sebelumnya. ”Arema sudah melakukan perubahan dalam latihan,” ujarnya.

Dia beralasan bahwa perubahan yang telah dilakukan dalam beberapa latihan terakhir karena mengevaluasi pertandingan sebelumnya. ”Kami melakukan perubahan karena pertandingan sebelumnya memperoleh hasil buruk,” imbuh pelatih berusia 57 tahun itu.

Selain itu, perubahan skema tersebut dia ungkapkan karena timnya banyak mengalami masalah. Beberapa pemainnya absen karena sakit. ”Juga ada yang cedera dan hukuman kartu,” imbuhnya.

Beberapa pemain tersebut adalah Hendro Siswanto yang terkena hukuman kartu merah dari komisi disiplin serta Dedik Setiawan yang sakit.

Dia menegaskan bahwa pada pertandingan nanti, timnya sudah akan menatap laga tersebut tanpa terpengaruh dengan perolehan hasil buruk dalam beberapa pertandingan terakhir. ”Semoga ke depan bisa menunjukkan hasil yang positif,” terangnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak akan melihat dan menganalisis kekuatan Bali United. ”Untuk sementara ini saya akan melupakan itu. Yang paling penting sekarang adalah bagaimana saya melihat tim saya,” ujarnya.

Dia menerangkan bahwa menjelang laga, biasanya timnya melakukan video analisis mengenai permainan lawan. Namun, ternyata cara itu tidak tepat. Sebab, para pemainnya justru tidak fokus pada timnya sendiri.

”Saya memang mengetahui satu dua hari pertandingan Bali United, tapi saya akan sisihkan itu terlebih dulu,” tegasnya.

Sementara itu, pelatih Bali United Widodo C. Putra menegaskan bahwa timnya akan tampil all-out pada laga malam ini. Dia menjelaskan bahwa timnya sudah bangkit.

”Kalau saya amati dari latihan, mereka sudah menunjukkan semangat yang bagus,” tambahnya.

Untuk diketahui, sama seperti Arema FC, Bali United juga mengalami rekor buruk. Meski tidak seburuk Arema pada klasemen sementara, tapi dalam empat laga terakhir, timnya tidak bisa meraih kemenangan. Tercatat mereka kalah melawan Global FC dengan skor 1-3 di ajang AFC Cup, sedangkan tiga kekalahan beruntun saat menghadapi PS Tira (1-2), Sriwijaya FC (3-4), dan juga Mitra Kukar (1-3).

Dia juga menjelaskan bahwa kondisi mental pemain sudah berangsur-angsur membaik jelang laga melawan Singo Edan malam ini. Tak hanya itu, beberapa pemain yang sebelumnya diperkirakan akan absen karena cedera juga mulai sembuh. Bahkan, pemain andalannya, Hanis Saghara, dimungkinkan bisa diturunkan.

”Sementara untuk Yabes Roni, kami masih melihat perkembangannya. Dan kiper Kadek Wardana, dia masih mengambil lisensi C,” terangnya.

Meski begitu, berdasarkan informasi yang dihimpun koran ini, nama Irfan Bachdim juga telah mengikuti latihan dan siap diturunkan kala menjamu Arema FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Untuk diketahui, pemain bernomor punggung 10 tersebut tidak bisa memperkuat Bali United karena cedera. Di mana terakhir kali pemain tersebut bermain ketika saat menang 2-0 melawan Barito Putera.

”Saya harapkan memang saat melawan Arema semua pemain bisa tampil,” imbuhnya.

Menurut dia, yang harus diwaspadai olehnya adalah pada serangan balik yang dilakukan para penggawa Singo Edan. ”Kami memang melakukan penyerangan. Tapi, terkadang kami melupakan lini pertahanan,” ujarnya.

Karena itu, timnya harus mewaspadai serangan balik Arema ketika mereka asyik melakukan penyerangan ke lini pertahanan lawan. ”Jadi saat menyerang, kami juga harus mewaspadai pertahanan kami,” sambungnya.

Dia menjelaskan bahwa para pemainnya juga sudah berjuang keras dan meningkatkan rasa percaya dirinya. ”Yang jelas, kami tidak akan menyerah. Kami main di kandang. Tentu kami punya tekad untuk lebih memenangkan pertandingan besok (hari ini),” tegasnya.

loading...