Persija Hanya Bisa Gunakan Pakansari Sekali

Persija Jakarta terus mengupayakan Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, sebagai kandang selama tidak bisa menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, karena pagelaran Asian Games 2018. Namun, hasrat Macan Kemayoran tidak membuahkan hasil.

Pasalnya, Pakansari bakal steril mulai Juni 2018. Alhasil, Persija hanya dapat memakai venue berkapasitas 30 ribu penonton itu untuk sekali partai kandang melawan Persipura Jayapura pada 25 Mei mendatang.

“Info dari Inasgoc (panitia penyelenggara Asian Games) bulan Juni, akan mengeluarkan surat pelarangan penggunaan lapangan (Pakansari). Izinnya hanya bulan Mei (Persija Vs Persipura) tanggal 25 Mei. Tapi saya belum terima suratnya. Tapi setelah Mei, katanya tidak boleh ada kegiatan di stadion (Pakansari),” ujar Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabidsarpras) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, Rudy Achdiat ketika dihubungi Liputan6.com belum lama ini.

Persija masih bisa menjamu Madura United pada Sabtu (12/5/2018) dan Home United, 15 Mei mendatang di SUGBK. Sehari setelahnya, rumput lapangan SUGBK bakal dibongkar untuk persiapan Asian Games.

Adapun, mulai Juni hingga Agustus mendatang, Persija akan melakoni enam partai kandang, termasuk pertandingan tunda melawan Persib Bandung. Setelah itu, kompetisi Go-Jek Liga 1 bersama Bukalapak akan diliburkan karena penyelenggaraan Asian Games 2018. Sehingga, tim berjuluk Macan Kemayoran ini dapat kembali ke SUGBK pada September 2018.

Manajemen Persija telah mengirim tiga surat ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Dua di antaranya mengalami penolakan.

Adapun, lima partai yang awalnya diupayakan Persija untuk terselenggara di Pakansari yaitu melawan Persebaya Surabaya (3 Juni), PSM Makassar (6 Juli), Bali United (17 Juli), Bhayangkara FC (27 Juli), dan PSMS Medan (12 Agustus). Jika Pakansari harus steril pada Juni 2018, Macan Kemayoran bakal pusing tujuh keliling mencari markas alternatif.

Daftar tersebut minus pertandingan melawan Persib. Pasalnya, manajemen Persija tetap mengupayakan partai penuh gengsi tersebut dihelat di SUGBK.

Direktur Utama Persija, I Gede Widiade sempat melontarkan buah hasil pemikirannya untuk kebaikan timnya. Pengusaha asal Surabaya tersebut membuka kemungkinan untuk bertukar status tuan rumah dengan tim lawan untuk lima partai kandang Macan Kemayoran.