Perseru Tak Terpengaruh Meski Harus Jamu Barito Putera di Luar Papua

Perseru Serui bakal melanjutkan perjuangan keluar dari papan bawah. Usaha tim berjuluk Cenderawasih Jingga ini akan diuji oleh Barito Putera, pada Kamis (17/05/18). 

Namun, ada yang berbeda dari Perseru mulai pekan ini. Laga home Perseru kali ini tidak lagi di Stadion Marora sebagaimana biasanya. Dikarenakan beberapa faktor, Perseru sementara waktu menjadikan Stadion Gajayana di Kota Malang, sebagai markasnya.

Pelatih Perseru, I Putu Gede Dwi Santoso, sendiri mengaku tak terpengaruh dengan perubahan kandang ini. Bahkan, ia memaklumi kondisi stadion yang saat ini sedang dalam perbaikan.

“Bagi kami tidak ada pengaruhnya. Pilihan bermain di sini (Stadion Gajayana) juga sudah sesuai regulasi, karena kandang kita masih ada sedikit perbaikan,” ujarnya. 

Ya, salah satu alasan merantaunya Perseru tidak lain adalah masalah lampu stadion. Selama Bulan Ramadan, semua pertandingan memang wajib digelar pada malam hari pukul 20:30 WIB, atau setelah umat muslim menjalankan buka puasa dan Shalat Tarawih.

Menjamu Barito Putera, tiga angka menjadi kebutuhan utama Perseru. Saat ini, Silvio Escobar dkk terdampar di papan bawah dengan meraih 8 angka saja.

Jika mampu mengalahkan Barito, setidaknya Perseru bisa melejit sampai urutan ke-8 di klasemen Liga 1. Jarak poin yang tipis seharusnya bisa dimanfaatkan Perseru untuk menerobos ke papan tengah hingga menempel Persib Bandung di urutan ke-7.

“Tapi kami belum berpikir untuk mematok target menang. Dan saya pikir memang tidak akan mudah, karena Barito cukup bagus. Mereka sudah teruji di laga away seperti saat mengalahkan Persebaya,” bilang Putu.

“Yang penting saat ini, bagaimana kami bisa bermain sesuai ciri khas tim ini shingga saya percaya jika hal itu tercapai, maka hasil akhir akan mengikuti,” pungkas gelandang legendaris Arema tersebut.

loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*