Kisah Pelatih asal Brasil yang Bersinar di Indonesia Gara-gara Ditipu Agennya

Jacksen F Tiago adalah salah satu pelatih tersukses di Indonesia. Namun, semua pencapaian pelatih asal Brasil itu di Indonesia bukan berawal dari kesengajaan, melainkan karena kena tipu.

Pada 1994, Jacksen merasa kariernya di Brasil sudah mentok. Ia kemudian ditawari agennya untuk bermain di Malaysia. Di tengah perjalanan, yang dikira Jacksen menuju Malaysia, sang agen mengungkapkan bahwa mereka sebenarnya menuju Indonesia.

“Sebetulnya saya tidak memilih Indonesia. Saya dibohongi agen. Dia bilang saya dan beberapa rekan saya akan main di Liga Malaysia. Dia baru menjelaskannya saat pesawat sampai di Swiss. Kejadian pada 23 Desember 1994, sebelum malam Natal. Saya sebetulnya punya satu tiket pulang ke Brasil,” ujar Jacksen, seperti dilansir Detik pada 8 Mei 2018.

Setelah mendapatkan informasi yang sebenarnya, dua rekan Jacksen mengubah jadwal untuk kembali ke Brasil saat transit di Swiss. Namun, Jacksen kesulitan mengubah jadwal karena penerbangan padat.

“Karena Natal dan tahun baru, penerbangan penuh dan saya tidak bisa pulang. Akhirnya, saya coba bermain di Indonesia dan ternyata sangat cocok. Dua orang pulang ke Brasil, saya dan enam teman lainnya memilih lanjut,” aku Jacksen.

Jacksen memulai kariernya di Indonesia bersama di Petrokimia Putra pada 1994-1995 dan pada musim berikutnya bersama PSM Makassar. Ia merasakan runner-up Liga Indonesia di dua klub tersebut.

Pada musim ketiga, Jacksen mengangkat trofi juara Liga Indonesia bersama dengan Persebaya Surabaya dan menjadi top scorer.

Setelahnya, Jacksen sempat bermain juga di Guangzhou Matsunichi, Geylang United, dan Home United. Jacksen gantung sepatu di Petrokimia Putra pada 2001. Jacksen memulai karier kepelatihan pada 2002, dengan menangani Assyabaab Surabaya.

Sebagai pelatih, Jacksen juga meraih sukses. Pelatih kelahiran Rio De Janeiro 28 Mei 1968 ini membawa Persebaya menjuarai Liga Indonesia pada 2004. Bersama Persipura Jayapura, Jacksen menjuarai Liga Indonesia pada 2009, 2011, dan 2013.

Kesuksesan di Persipura membuka jalan Jacksen melatih Timnas Indonesia pada 2013. Pada 2014, Jacksen melatih Penang FA selama dua tahun. Pada awal Desember 2016, Jacksen kembali ke Indonesia dan pada 1 Januari 2017 menangani Barito Putera, hingga saat ini.

“Atmosfer sepak bola di sini sangat atraktif. Jauh berbeda dengan beberapa negara sepak bola. Saya melihat kehadiran suporter dan atmosfer di lapangan jadi salah satu daya tarik terbesar sepak bola di Indonesia,” ungkap Jacksen.

“Sepakbola di Malaysia sebetulnya jauh lebih baik, tapi di sana tidak ada atmosfer seperti di Indonesia. Pertandingan di sana serasa seperti laga persahabatan,” tambahnya.

loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*