Spider Wan Tetap Diandalkan Bali United untuk Jamu Arema FC Jumat Ini

Tak ada pilihan kiper lain. Saat menjamu Arema FC pada pekan ke – 9 Liga I Indonesia, Jumat (18/5/2018) mendatang, kiper Wawan Hendrawan alias Spider Wan tetap dipercaya sebagai kiper utama.

Kepercayaan kepada Spider Wan ini, disampaikan pelatih kiper Bali United Arjuna Renaldi, setelah melihat kualitas calon lawan (Arema FC).

“Lawan Arema, dalam keadaan seperti ini, Wawan yang akan diturunkan,” kata Arjuna Renaldi kepada Tribun Bali, kemarin di Gelora Trisakti Legian.

Dia menjelaskan, tim dalam keadaan terpuruk, jadi perlu melihat kiper yang paling siap.

Terkadang saat kalah, orang hanya melihat kiper, tapi tidak lihat secara keseluruhan pertahanan dan tim.

Pertahanan bagaimana, bagaimana kerja sama kiper dan pemain belakang. Juga sejauh bagaimana kualitas pemain belakang.

Meski pun Wawan Hendrawan merasakan kekalahan beruntun, dan kebobolan lebih dari sembilan gol, Arjuna mengatakan tetap akan percaya dengan kiper ini.

Dari sisi usia, kualitas, dan pengalaman, Wawan Hendrawan memilikinya. Sementara kiper muda Diky Indriyana masih terus akan diasah. Dan kiper senior Kadek Wardana harus fokus mengikuti kursus pelatih.

“Kekalahan beruntun tentu pengaruhi mental, tapi harus tetap semangat menjaga performa. Semua kesalahan (kekalahan) tidak harus ditumpu pada penjaga gawang” kata Arjuna Renaldi.

Menurut dia, dimana – mana sulit untuk mengganti penjaga gawang, seperti di klub Eropa, meski kebobolan lima gol atau empat, tidak langsung diganti.

“Seperti di Barcelona, dan Juventus ada kiper Buffon. Tapi penjaga gawang di klub Eropa, memiliki kestabilan dalam bermain. kita di sini, kadang naik, kadang turun. Tapi semua itu, tergantung pada pemain belakang dan tim juga,” jelas Arjuna Renaldi.

Menurut pelatih kocak ini, selain itu, bagaimana pemain depan membuat gol. Pemain belakang dan penjaga gawang akan percaya diri jika pemain depan mencetak gol.

Kalau pemain depan tidak mencetak gol, beban mental makin besar (kiper dan pemain belakang).

“Jika tidak bikin gol di depan, tentu memengaruhi mental secara tim,” kata Arjuna Renaldi. (*)

loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*