Prahara Striker Gaek Timnas Indonesia di Ujung Karir Emasnya

Cristian Gonzales dan Madura United tampak berkonflik setidaknya sejak Gonzales menghadiri acara peluncuran tim PSS Sleman untuk menghadapi Liga 2, di Stadion Maguwoharjo, 14 April 2018.

Pada acara itu, Gonzales datang sebagai tamu, tetapi Manajer PSS Sleman Sismantoro mengatakan bahwa Gonzales tidak diperkenalkan karena masih ada proses transfer yang belum selesai.

Secara terpisah, Manajer Madura United Haruna Soemitro mengatakan bahwa pihaknya tidak tahu Gonzales berangkat ke Yogyakarta untuk menghadiri acara peluncuran tim. Namun, Soemitro mengatakan tidak akan memasalahkan hal itu dan akan mengakomodasi kepindahan Gonzales demi relasi dengan PSS Sleman.

Soemitro mengatakan, Gonzales pergi ke Yogyakarta diam-diam meski masih terikat kontrak dengan Madura United. Soemitro mengimbau pemain-pemain Madura United yang lain untuk tidak mengikuti apa yang dilakukan Gonzales.

Madura United kemudian memecat Gonzales pada Jumat (20/4/2018).

“Saat ini kami tidak mau memikirkan itu, sudah dipecat saja. Kami tidak ingin memperpanjang masalah. Terlebih lagi, manajemen PSS sudah bertemu dengan kami dan membahas masalah kemarin,” ujar Haruna seperti dilansir Kompas.com.

“Yang jelas kami tidak ingin merusak hubungan baik Madura United dengan PSS Sleman hanya gara-gara masalah satu pemain,” lanjut Haruna.

Pihak Gonzales bereaksi dan melaporakan Haruna ke Bareskrim Polri, Jakarta, pada 27 April 2018 atau sehari setelah PSS Sleman memperkenalkan Gonzales sebagai pemain mereka. Menurut pengacara Gonzales, Sunan Kalijaga, Madura United mencemarkan nama baik kliennya. Menurut Sunan, Gonzales tidak melanggar kontrak dan tidak pernah memegang kontrak.

Pada 5 Mei 2018, Madura United menuntut balik Gonzales. Madura United meminta mengembalikan uang Rp 650 juta dan membayar ganti rugi sebesar Rp 10 miliar karena Gonzales dinilai merugikan klub dengan melakukan pelanggaran kontrak, mangkir latihan, dan menghadiri peluncuran tim PSS Sleman. Madura United memberikan waktu tiga hari kepada Gonzales untuk melakukan pelunasan.

Pada 5 Mei 2018 itu juga, Haruna menyatakan mencabut surat peminjaman Gonzales ke PSS Sleman. Dengan begitu, Gonzales tak bisa bermain untuk PSS Sleman.

“Pertama kita berikan surat keluar, pihak PSS Sleman melakukan komunikasi minta tolong surat diubah jadi peminjaman. Kalau surat keluar harus menunggu pendaftaran pemain baru, tidak bisa langsung main. Kita kasihan ke PSS Sleman, kita kasih surat peminjaman. Tapi karena kita malah dituntut, surat peminjaman itu kita cabut dan sudah kita kirim salinannya ke operator liga mau pun PSSI,” jelas Haruna, seperti dilansir VIVA.

Sehari setelah Madura United menggugat Gonzales, PSS melakukan protes kepada Liga Indonesia Baru (LIB). Pasalnya, 30 menit sebelum laga melawan Persegres Gresik, Minggu (6/5/2018), LIB melarang PSS Sleman memainkan Gonzales pada laga tersebut.

Sismantoro menjelaskan, bahwa pihaknya sudah menyelesaikan transfer Gonzales dengan Madura United.

“Apa yang sudah diminta Madura kita penuhi, bukti transfer sudah ada, surat keluar dari Madura sudah kita pegang, pengesahan dari PT Liga sudah ada. Lha kenapa waktu technical meeting nggak ada masalah, baru 30 menit sebelum pertandingan tiba-tiba ditelepon nggak boleh dimainkan. Ini gila tho,” terang Manajer PSS, Sismantoro, seperti dilansir Kampiun.id, Senin (7/5/2018).

“Kita tidak pernah mendapat surat tembusan. Kalau mencabut seharusnya yang berhak itu kita. Karena Gonzales sudah sah menjadi pemain PSS. Syarat untuk pengesahan sudah kita penuhi semua. Salah satunya surat peminjaman dari Madura dan itu sudah disahkan oleh Liga. Tapi kenapa kok tahu-tahu PT Liga mengambil keputusan sepihak,” lanjut Sismantoro.

Ketika dihubungi Bolalob pada Rabu (9/5/2018), COO PT LIB Tigorshalom Boboy menjelaskan bahwa pihaknya berpegang pada dokumen pembatalan peminjaman pemain dari Madura United. Dengan begitu, lanjut Tigorshalom, jika operator mengizinkan Gonzales bermain di PSS, maka status sang pemain ada di dua klub.

“Kami tahu posisi PSS dirugikan, tapi ini kalau kita biarkan dia bermain, jadinya dia terdaftar di dua klub. Mainnya jadi statusnya tidak sah,” jelas Tigorshalom.

Tigorshalom menjelaskan, jika PSS Sleman masih ingin menggunakan jasa Gonzales, hal itu baru bisa direalisasikan pada putaran kedua.

“Tidak relevan saja jika tiba-tiba dipinjamkan lagi. Ini bukan mainan ketikan ada pemain bisa dipinjamkan lalu dicabut dan dipinjamkan lagi. Apapun itu hasilnya (penyelesaian Madura-Sleman-Gonzales) kita tunggu sampai putaran kedua, dipinjamkan atau dilepas, ya kita lihat saja nanti,” tambah Tigorshalom.

Mengacu pernyataan Tigorshalom, Gonzales saat ini masih berstatus pemain Madura United. Namun, situasinya juga tidak lantas menjadi jernih mengingat Madura United sudah memecat Gonzales. Yang jelas, dalam kasus ini, PSS Sleman menjadi pihak yang paling dirugikan.

loading...