Taklukkan Persiba Balikpapan, PSIM Kurangi Defisit Poin

Tampil cukup memukau, PSIM Jogjakarta berhasil mengamankan 3 poin kandangnya saat menjamu Persiba Balikpapan dalam laga lanjutan kompetisi Liga 2 di Stadion Sultan Agung Bantul, Selasa (15/5). Hasil yang cukup baik itu mengurangi minus poin yang dimiliki tim berjuluk Laskar Mataram ini.

Pada babak pertama, permainan kedua tim belum saling mengancam gawang. Alur bola seringkali terhenti karena banyak pelanggaran-pelanggaran kecil.

Baru di paruh kedua, Laskar Mataram membuka gol pertamanya. Pada menit ke-46, kapten tim Hendika Arga Permana memanfaatkan bola liar di depan gawang Persiba. Sepakan kerasnya tak mampu dibendung kiper. Gol ini mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Tuan rumah menggandakan keunggulan pada menit 58. Tendangan bebas yang dilakukan oleh Hendri Satriadi dari luar kotak penalti memaksa kiper Persiba Fajar Setya harus memungut bola dari jala gawangnya untuk kedua kali. Unggul 2-0 pun membuat anak-anak asuhan Bona Simanjuntak semakin percaya diri.

Pada menit 70 permainan sempat terhenti. Penyebabnya, seekor anjing K-9 milik polisi masuk ke tengah lapangan. Beruntung petugas tak butuh waktu lama menangkapnya dengan memancingnya menggunakan bola.

Permainan pun dilanjutkan kembali. Kedua tim masih saling serang. Terutama dilakukan oleh Persiba yang ingin mengejar ketinggalan mereka. Tim yang musim lalu tampil di Liga 1 tersebut berupaya keras meraih satu poin di laga away mereka.

Hasilnya pada menit 90, umpan silang Rosi Noprihanis berhasil dimanfaatkan menjadi gol melalui sundulan Dani Namangge. Skor 2-1 bertahan hingga laga usai.

Kemenangan ini belum mampu mendongkrak posisi PSIM. Laskar Mataram masih berada di posisi terakhir klasemen Grup Timur Liga 2. Pasalnya, tim kebanggaan warga Jogja ini masih mengantongi poin minus 1. Pada awal kompetisi musim ini PSIM mendapat sanksi FIFA akibat tunggakan gaji pemain asing.

Bona Simanjuntak, pelatih kepala PSIM mengatakan, anak-anak asuhnya telah bekerja keras untuk meraih kemenangan. Meski pada babak pertama cukup kesulitan, namun mampu menembus pertahanan lawan di paruh kedua.

“Babak pertama mereka (Persiba) lebih fokus dalam pertahanan. Ketika lawan kehilangan bola, kemudian langsung berkoordinasi di lini belakang,” katanya usai pertandingan.

Namun, menurut Bona, PSIM berhasil memecah kebuntuan. Terutama berkat kerja sama dan serangan yang dibangun di lini tengah. Sehingga di paruh kedua berhasil mencetak 2 gol.

“Anak-anak berjuang cukup baik, hari ini mereka berjuang keras untuk meraih kemenangan,” ucap dia.

Sementara itu, Wanderley Machado Da Silva, pelatih dari Persiba mengungkapkan timnya sudah mencoba memberikan perlawanan kepada tuan rumah. Akan tetapi PSIM menurutnya bermain lebih baik.

“Mereka memang mempunyai permainan yang lebih bagus. Tim ini sangat berbahaya meski harus memulai kompetisi dengan pengurangan poin,” pungkas dia.