Gol Diakumulir, Pelatih Persiwa Pertanyakan Kepemimpinan Wasit

Gol Persiwa Wamena di babak pertama yang diakumulir atau dibatalkan wasit saat menghadapi tuan rumah PS Mojokerto Putra (PSMP) ditanggapi Pelatih Kepala Persiwa, Suimin Diharja. Kepemimpinan wasit pun dipertanyakan.

Dalam laga lanjutan babak penyisihan pekan keempat Liga 2 2018 di Stadion Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Kamis (10/5/2018), tim tuan rumah berhasil menahan Persiwa dengan skor 2-0. Gol pertama di babak pertama dan penalti di babak kedua.

“Kita sesalkan di babak pertama, gol yang diakumulir (tidak diakui). Apa masalahnya, apa kita tidak tahu, itu mempengaruhi psikologis pemain. Ya seperti itulah, kita tidak usah komentar. Kita semua melihat dan tahu, kalau berani ditulis, kalau tidak jangan ditulis,” tantangnya, Kamis (10/5/2018).

Menanggapi kepemimpinan wasit Muhammad Irham asal Yogyakarta, Suimin Diharja mengembalikan ke semua penonton yang menonton laga PSMP vs Persiwa. Menurutnya, pihaknya tak perlu mengomentari pertandingan tersebut karena semua sudah menonton.

“Apa yang kita lihat, apa yang kita dengar, apa yang kita dengar semoga anda juga merasakan seperti itu. Tapi secara permainan, tim ini berimbang hanya faktor keberuntungan saja. Jika gol pertama tidak diakumulir, situasinya akan beda,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu pemain Persiwa, Edo mengaku jika teman-temannya sudah bermain bagus. “Tapi yang kita sesalkan, semua tahu sendiri lah. Barcelona bermain di sini, tidak tahu bisa menang apa tidak. Seri saja sudah alhamdulillah,” ujarnya.

Menurutnya, Barcelona merupakan tim hebat. Kepemimpinan wasit dinilai merugikan Persiwa sehingga pemain frustasi. Dua kali muncul dari belakang, cetak gol diakumulir, bola muntah diakumulir sehingga harus berusaha main di kandang PSMP.

“Susah main disini, sekelas Barcelona alhamdulillah dalam tanda kutip. Ini menjadi pengalaman kedepan biar kita bisa berpengalaman lagi, belajar dari setiap kesalahan dan setiap pengalaman disini agar bermain lebih baik lagi,” ujarnya.

Meski permainan diakui Pelatih Kepala Persiwa sudah imbang, namun menurut Edo, semua harus dievaluasi. Karena setiap kejadian akan menimbulkan pembelajaran agar pemain bisa bermain lebih baik lagi dan menjadi pemain sepak bola profesional. [tin/suf]

loading...