Piala Indonesia bukan Ajang Coba-coba

General Manager Arema FC Ruddy Widodo mengaku, klubnya tak ingin main-main saat melakoni Piala Indonesia. Sebab, Liga 1 dan Piala Indonesia adalah gelaran yang berbeda.

“Liga 1 dan Piala Indonesia berbeda. Baik dari formatnya, lawannya dan waktunya. Di Piala Indonesia itu hanya butuh 11 kali main untuk mencapai final,” kata Rudy, Jumat 11 Mei 2018.

Ruddy menjelaskan, untuk mencapai final skuatnya tinggal menjalani babak penyisihan dengan sistem gugur sebanyak dua kali, babak 32 besar dua kali, babak 16 besar dua kali, babak delapan besar dua kali dan babak semifinal dua kali.

“Jadi, sangat disayangkan kalau event ini hanya sekadar ikut. Event ini juga bisa digunakan untuk mencoba pemain muda. Tujuan kita yang terbaik di Piala Indonesia,” sambung Rudy.

Gelaran Piala Indonesia bakal dimanfaatkan Singo Edan untuk memberikan kesempatan pemain yang belum mendapat kesempatan bertanding di Liga 1.

Selain itu, pertandingan di Piala Indonesia juga bisa menjadi ajang percobaan taktik dan strategi sebelum bertanding di Liga 1.

“Bukannya meremehkan. Karena di Piala Indonesia ini menggunakan sistem gugur. Kalau kalah selesai. Sistemnya kan beda karena ini turnamen. Bebannya pasti beda dengan Liga 1,” tutur Rudy.

Ruddy mengaku jadwal Piala Indonesia yang telah dirilis hanya pertandingan pada babak penyisihan saja. Untuk babak 32 besar akan ada drawing lagi dengan sistem free drawing.

“Jadi kami bisa ketemu tim dari Liga 1 juga. Sayang jika hanya coba-coba. Hadiahnya lumayan lagi, tiga miliar,” pungkasnya.

loading...