Pelatih Persib Bandingkan Bobotoh dengan Suporter di Argentina, Begini Katanya

Belum genap semusim membesut Persib Bandung, sang pelatih, Roberto Carlos Mario Gomez, sudah dibuat terkesan oleh banyak hal.

Menurut Mario Gomez, banyak hal berbeda yang ia temui di kota Bandung ketimbang negara asalnya, Argentina.

Salah satu hal yang berhasil mencuri perhatian pelatih berusia 61 tahun ini adalah kemeriahan suporter Maung Bandung.

“Suporternya sangat bagus. Ada banyak tim besar di Argentina, tapi suporternya sedikit,” ujar Mario Gomez sesudah memimpin latihan di Stadion GBLA sebagaimana dilansir dari Tribun Jabar, Kamis (10/5/2018).

Berbeda dari di Argentina, mantan juru racik Johor Darul Takzim ini mengatakan bahwa setiap kali Persib bertanding, stadion akan selalu dipenuhi oleh penonton.

“Saya sangat suka Bandung karena bobotoh sangat luar biasa, karena orang-orang datang dari rumah ke sini untuk menonton dan mendukung tim,” ucapnya.

Mario Gomez berulang kali melontarkan pujian kepada bobotoh yang dianggapnya sebagai supporter yang luar biasa.

Bahkan, ketika pertandingan melawan Mitra Kukar beberapa waktu lalu, suporter Maung Bandung mempersembahkan koreografi khusus untuk Mario Gomez.

Kenangan Tak Terlupakan

Usai keberhasilan Persib menaklukkan Mitra Kukar dengan 2 gol tanpa balas, Minggu (8/4/2018), Mario Gomez terkesan dengan aksi suporter.

Adalah Viking Persib Club (VPC), salah satu ordo terbesar dari pendukung Pangeran Biru, yang membuat Mario Gomez terkesan.

Pada laga pekan ke-3 itu, pendukung Persib kembali menyuguhkan aksi yang memukau.

Mereka membuat sebuah koreografi dengan sosok sang pelatih sebagai objeknya.

Selain koreografi Mario Gomez, terlihat pula koreografi 3D bertuliskan ‘Come On Persib, Bangkit’.

Dilansir BolaSport.com dari vikingpersib.co.id, Mario Gomez mengungkapkan bahwa dirinya senang dengan dukungan yang diberikan bobotoh.

Pelatih berdarah Argentina tersebut telah takjub dengan aksi yang disuguhkan bobotoh untuk dirinya.

Ia juga mengaku bahwasanya koreo tersebut akan menjadi momen yang akan selalu ia kenang sepanjang hidupnya.

“Ini momen spesial bagi saya, karena kemarin saya pulang ke Argentina dan melewatkan pertandingan pertama, saya sangat berterimakasih kepada mereka,” ujarnya.