Menpora Minta Partai Persija Kontra Home United Jangan Ditunda

Izin pertandingan Persija Jakarta melawan Home United di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, belum rampung. Padahal, pertandingan leg kedua semifinal AFC Cup 2018 Zona ASEAN tersebut akan berlangsung besok, Selasa (15/5/2018).

Direktur Utama Persija, I Gede Widiade menjelaskan bahwa pihaknya baru mendapatkan 50% izin kepolisian. Pengusaha asal Surabaya tersebut berharap, Polda Metro Jaya dapat memberikan rekomendasi supaya pertandingan ini tetap digelar sesuai jadwal.

Serangkaian teror bom yang terjadi di Surabaya membuat Polda Metro Jaya mengubah status pengamanan di wilayah hukum menjadi Siaga 1. Ini membuat pertandingan Persija melawan Home United terancam batal digelar.

Meski begitu, Persija mendapatkan angin segar tatkala Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, menolak wacana penundaan pertandingan melawan Home United. Imam berharap duel yang juga membawa nama Indonesia di kancah internasional ini tetap digelar sesuai jadwal.

“Harus jalan. Harus tetap jalan. Alasannya sudah terjadwal dengan baik dan tempatnya di SUGBK,” ujar Imam.

Menpora, Imam Nahrawi menyalami atlet Indonesia usai membuka Kejuaraan Junior Senam Artistik Asia ke-15 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (25/4). 20 negera ambil bagian pada ajang ini dengan total kontingen 286 orang. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Pernyataan Imam mendorong pihak kepolisian untuk tetap memberikan izin pertandingan tersebut. “Sepak bola kan menyatukan, hanya orang niat jahat aja mau merusak suasana banyak orang,” imbuh Imam.

Imam percaya bahwa panitia penyelenggara (panpel) pertandingan Persija dapat menggelar pertandingan dengan sebaik mungkin. “Saya kira panpel punya standar pengamanan,” tuturnya.

Pria asal Bangkalan, Madura tersebut, juga menaruh kepercayaan terhadap Persija. “Kita (Persija) harus menang. Wong kita tuan rumah kok. Besok yang akan tampil bukan hanya Jakmania (suporter Persija -Red), tapi Indonesia,” katanya.

Selain itu, Imam mengimbau Jakmania dan suporter lainnya untuk mewanti-wanti pergerakan orang yang tidak dikenal. Jika menemukan gelagat mencurigakan, segera laporkan ke kepolisian.

“Deteksi dini bisa dilakukan masyarakat. Termasuk suporter. Ayo jadikan momentum sebagai pertumbuhan rasa percaya diri, kebersamaan, dan penyadaran. Mungkin teman-teman suporter punya gelahat, pihak-pihak atau orang tertentu yang merusak. Mereka harus berikan informasi untuk aparat,” imbuhnya.

loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*