Indonesia Berduka, Bambang Pamungkas Serukan Persatuan

Pesepak bola legendaris Indonesia, Bambang “Bepe” Pamungkas, angkat bicara mengenai insiden ledakan bom bunuh diri, di Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi WIB. Menurut Bambang, peristiwa itu mendukakan seluruh masyarakat Indonesia.

Peristiwa bom meledak pertama terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercela, di Jalan Ngagel Madya, sekitar pukul 06:30 WIB. Pada sekitar pukul 07:15 WIB, bom meledak di Gereja Kristen Indonesia (GKI), di Jalan Raya Diponegoro. Terakhir, bom meledak di di Gereja Pantekosta, di Jalan Arjuno, pada sekitar pukul 07:53 WIB.

Sejumlah aksi solidaritas dan kemanusiaan juga dilakukan pelaku sepak bola Indonesia. Pertandingan Liga 1 antara Arema FC dan PSM Makassar, misalnya, tetap berlangsung beberapa jam setelah peristiwa ledakan terjadi.

Sebelum kick-off, para pemain, ofisial, dan suporter mengheningkan cipta untuk korban ledakan bom bunuh diri Surabaya. Para pemain juga mengenakan pita hitam sebagai bentuk duka cita dan solidaritas.

“Harapannya sepak bola menjadi media yang tepat untuk memperjuangkan nilai humanisme. Atas nama kemanusiaan, semua pihak harus bersatu melawan segala bentuk teror tersebut,” ujar Media Officer Arema, Sudarmaji.

loading...