Seto Nurdiantoro Enggan Bicarakan Kans Jadi Pelatih Kepala PSS

Ditunjuk sebagai caretaker PSS Sleman mengisi posisi kosong yang ditinggal mundur pelatih Herry Kiswanto, Seto Nurdiantoro mengaku enggan untuk bicara banyak mengenai kansnya apabila nantinya akan ditunjuk sebagai pelatih kepala.

Menurutnya, apabila memang diberi amanah sebagai pelatih kepala, seharusnya sejak awal kompetisi bergulir dan bukan dalam situasi seperti saat ini.

“Kalau mau jadi pelatih kepala ya sejak awal musim. Sampai saat ini saya belum mau memikirkan arah sana dahulu,” ungkap Seto, Rabu (9/5/2018).

Seto pun mengungkapkan bahwa belum ada pembicaraan dengan pihak manajemen PSS Sleman mengenai kans sebagai pelatih kepala di tim berjuluk Elang Jawa tersebut, meskipun secara lisensi kepelatihan ia sudah memenuhi syarat.

“Sementara memang belum ada pembicaraan, hanya diminta untuk menjadi caretaker di dua pertandingan sebelum libur puasa,” ungkap Seto.

Lebih lanjut, Seto mengaku tak melakukan perombakan baik dari kekuatan tim ataupun strategi yang akan dimainkan PSS Sleman.

Apalagi dengan waktu persiapan yang mepet jelang laga tandang ke markas PSBS Biak, pihaknya hanya berharap skuat yang tengah dihantam badai cedera ini dapat meraih hasil maksimal.

“Kalau merubah frontal jelas tidak mungkin. Hanya memotivasi saja. Memang di awal-awal setelah Herkis mundur dan saya memimpin latihan, suasana latihan tidak nyaman, tapi pelan-pelan saya minta ke pemain untuk memunculkan semangat baru, karena jujur saya sendiri tidak semestinya ini terjadi (Herkis mundur-red),” pungkasnya. (*)