24 Lampu Tambahan Segera Dipasang di Stadion Mattoanging

Manajemen PT Persaudaraan Sepakbola Makassar (CEO PT PSM) tidak main-main dalam membenahi penerangan Stadion Mattoanging. Lampu di empat tower yang masih kurang intensitas pencahayaannya berusaha ditingkatkan.

Hal tersebut dilakukan manajemen PT PSM untuk memenuhi tenggat waktu yang diberikan oleh operator PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) yakni tanggal 23 Mei 2018.

Sebanyak 24 selongsong lampu dari atas atap tribun tertutup sudah diturunkan oleh tim teknis. Selanjutnya seluruh selongsong atau dudukan lampu itu dipindah ke masing-masing tower, dimana setiap tower dipasang 6 selongsong plus lampunya.

Chief Executive Officer (CEO) PT PSM, Munafri Arifuddin saat ditemui di Stadion Mattoanging Makassar, Rabu (9/5) mengatakan, ia sudah menginstruksikan tim teknis untuk mengecek seluruh tower dan menghitung kekuatan tiap tower sekiranya ada lampu tambahan.

“Semuanya lagi dihitung, termasuk komponen pendukungnya andai saja lampu tambahan dipasang. Intinya, kita tinggal mengejar saja angka (lumen) yang tinggal sedikit itu,” ujar Appi – sapaan akrabnya.

Appi menargetkan tim teknis untuk merampungkan pekerjaan lampu itu sebelum laga kandang di pekan ke-9 melawan Pusamania Borneo FC, tanggal 19 Mei 2018 mendatang.

Ia berharap, dengan penambahan ini mampu menaikkan tingkat pencahayaan lampu stadion, hingga mencapai angka standar 800 lux sesuai standardisasi yang ada.

Apalagi angka yang harus dicapai manajemen tinggal sedikit lagi. Saat ini tingkat cahaya berkisar di angka 600-700an.

Appi optimistis pekerjaan rampung cepat, mengingat komponen sudah ada, termasuk lampu berdaya 2.000 watt, yang telah dipesan dari pabrikan Phillips.

Jika dikalkulasikan, tambahan enam selongsong per tower itu mampu menghasilkan 12.000 watt (6 biji lampu dikali daya 2.000 Watt).

Sementara per tower saat ini sudah ada 30 titik lampu juga dengan daya lampu 2.000 Watt. Ditotal mencapai 60 ribu watt (30 x 2.000 Watt).

Maka, seandainya semua selongsong lampu tambahan telah terpasang, totalnya mencapai 72 ribu Watt per tower.

72 ribu watt dikali empat, seharusnya total penerangan yang dihasilkan pasca penambahan mencapai 288 ribu Watt.

Dengan pencapaian ini, seharusnya lapangan Stadion Mattoanging itu sudah terang benderang ketika pertandingan malam.

Masalah penerangan Stadion Mattoanging sebenarnya permasalahan klasik. Bahkan PSM sempat berkandang di Stadion Gelora Bung Tomo, pada ISL 2014 lalu karena Mattoanging tidak lolos verifikasi.

Nanti saat Munafri menjabat sebagai CEO PT PSM, barulah komunikasi intensif dengan YOSS kembali dilakukan, hingga akhirnya manajemen PT PSM diberi pengelolaan penuh.

Tak hanya memperbaiki kondisi lampu, kondisi lapangan dan ruang ganti juga dibenahi. Termasuk dibuatnya Store PSM di stadion, sebagai bentuk tim profesional.

Dan ketika lampu tambahan sudah terpasang, tentu operator kompetisi akan melakukan pemeriksaan ulang kembali setelah pemasangan selongsong itu dilakukan.

“Ini bentuk keseriusan kami. Karena tentu kami tidak ingin tim PSM menjadi tim musafir lagi,” pungkas Munafri. (mik)

Direct Points

– Sudah tersedia 24 selongsong lampu tambahan yang diturunkan dari atap stadion yang tidak terpakai sebelumnya.

– Masing-masing selongsong nanti bakal dipasang lampu dengan kapasitas 2.000 watt, totalnya tambahan 12 ribu watt.

– Saat ini jumlah lampu yang sudah terpasang ada 30 mata lampu di setiap tower dengan total 60 ribu watt per towernya.

– Jika per tower ditambah 6 selongsong, maka estimasi daya lampu yang baru akan mencapai 72 ribu watt (60 ribu + 12 ribu watt).

– Jika satu tower lampu memiliki daya 72 ribu watt, maka jika dikalikan dengan 4 tower daya akan mencapai 288 ribu watt.

“Semuanya lagi dihitung, termasuk komponen pendukungnya andai saja lampu tambahan dipasang. Intinya, kita tinggal mengejar saja angka (lumen) yang tinggal sedikit itu.”
Munafri Arifuddin
CEO PT PSM