PSPS 2-1 Persita: Poin Berharga Bagi Tuan Rumah

PSPS Riau berhasil menumbangkan Persita Tangerang pada laga keempat Liga 2 2018 di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai, Rabu (9/5).

Dalam laga tersebut, tim Askar Bertuah unggul 2-1 atas Pendekar Cisadane.

Gol bagi tim tuan rumah berhasil dicetak Andre Bakar di babak pertama dan Firman Septian di babak kedua melalui eksekusi penalti.

Sedangkan gol bagi Persita dicetak Diego Banowo pada tiga menit terakhir jelang waktu normal pertandingan usai.

Dengan hasil tersebut, PSPS bisa meraih poin sempurna dengan mengoleksi tujuh poin dari empat pertandingan yang telah dijalani.

Sejak pertandingan dimulai, kedua tim sudah langsung bermain menyerang. Bahkan meskipun berstatus sebagai tim tamu, Persita langsung menekan jantung pertahanan PSPS sesaat usai wasit meniup peluit pertandingan dimulai.

Di menit ke-2, para pemain Pendekar Cisadane sudah mendapatkan peluang emas yang nyaris menjebol gawang PSPS yang dikawal Ismail Hanafi. Beruntung masih bisa diselamatkan dan hanya berbuah tendangan sudut. Pada menit ke-4, giliran PSPS yang berusaha membongkar jantung pertahanan Persita.

Riki Dwi Saputro melakukan tendangan first time memanfaatkan umpan crossing yang dikirimkan Ponda Dwi. Namun masih melebar di gawang Persita yang dikawal Yogi Triyana.

Ancaman bagi tim tamu kembali terjadi di menit ke-17, kerja sama satu dua antara Firman dan Zamrony nyaris bisa membuka keunggulan bagi PSPS. Tapi masih bisa dihalau pemain belakang Persita.

Dua kali mendapatkan tekanan yang cukup membahayakan, Persita berusaha bangkit. Mendapatkan peluang melalui tendangan bebas di menit ke-18, kapten Persita Egi Melgiansyah yang dipercaya mengeksekusi bola mati berhasil melepaskan tendangan on target. Tapi beruntung masih tepat dipelukan Ismail Hanafi.

Bermain di depan dukungan penuh suporter, PSPS baru bisa unggul pada menit ke-28. Berawal dari tendangan bebas, Firman sebagai eksekutor mengirimkan bola lemah mendatar kepada Andre Abu Bakar yang sudah menunggu di depan gawang Persita.

Dengan kaki kanannya, Andre kemudian melepaskan tendangan keras mengarah ke sudut kiri bawah Persita. Yogi Triana tidak bisa menjangkau bola. Gol bagi PSPS membuat skor sementara 1-0.

Unggul sementara, pemain PSPS terus berusaha menggandakan keunggulan. Buahnya, di menit ke-32 Firman Septian berhasil melewati pemain belakang Persita dan bisa melepaskan tendangan yang sudah melewati penjaga gawang.

Namun berhasil dihalau pemain belakang Persita yang membuat suporter yang hadir gagal kembali merayakan gol.

Hingga babak pertama usai keunggulan masih milik PSPS dengan skor 1-0.

Usai turun minum, PSPS baru berhasil menambah gol pada menit ke-76.

Aksi individu Rendi kembali berhasil merepotkan para pemain belakang Persita yang membuat harus menghentikan Rendi dikotak terlarang.

Wasit kemudian menunjuk titik putih, penalti bagi PSPS. Firman yang ditunjuk sebagai eksekutor berhasil mengeksekusi penalti dengan sempurna setelah melepaskan tendangan kearah kanan bawah yang tidak bisa dijangkau Yogi.

Tertinggal 2-0, Persita akhirnya bisa memperkecil ketinggalan di menit ke-87. Memanfaatkan tendangan bebas, Diedo Banowo melakukan heading yang berhasil mengecoh Ismail Hanafi. Skor pun menjadi 2-1 untuk keunggulan PSPS. Hingga wasit meniup pluit panjang pada babak kedua, skor pun tidak berubah.

Asisten Pelatih PSPS Lufti Yasin usai pertandingan mengatakan, pihaknya puas dengan permainan anak asuhnya. Karena dalam pertandingan saat itu, para pemain PSPS bermain dengan maksimal hingga akhir pertandingan.

“Secara umum saya puas dengan permainan tadi. Namun memang ada kesalahan seperti pada pertandingan sebelumnya yakni konsentrasi pecah di menit-menit akhir. Hal itu yang membuat PSPS bisa kebobolan,” katanya.

Sementara itu, pelatih Persita Elly Idris mengatakan pada bebak pertama anak asuhnya masih sulit keluar dari tekanan. Baru dibabak kedua bisa bermain lepas, namun justru dikecewakan dengan keputusan wasit yang memberikan penalti untuk PSPS.

“Selamat bagi PSPS atas kemenangannya, tapi kami tidak puas dengan kepemimpinan wasit pada pertandingan ini. Kami harap PSSI bisa membenahi lagi kualitas wasit untuk perbaikan sepakbola di Indonesia,” ujarnya.(sol)