Suporter Kencingi Gawang Arema, Persebaya Terancam Sanksi

PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Go-Jek Liga 1 bersama Bukalapak telah mengetaui banyaknya pelanggaran yang terjadi dalam pertandingan Persebaya Surabaya vs Arema FC, akhir pekan lalu. Salah satunya ialah penimpukan ke arah lapangan yang dilakukan pendukung tuan rumah, Bonek.

Partai yang bertajuk Derby Jawa Timur (Jatim) tersebut berlangsung panas selama 90 menit, bahkan sejak duel belum berlangsung. Saat H-1 pertandingan, Arema FC dilarang untuk menjajal lapangan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) karena alasan keamanan.

Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan saat Bonek tengah buang air kecil di gawang Arema FC. Beberapa peristiwa tersebut dapat menjadi rujukan hukuman untuk Persebaya.

“Terus terang saja segala sesuatu hal yang melanggar aturan main itu sangat sangat kami sayangkan karena sepak bola itu merupakan hiburan rakyat. Sepak bola itu memang harus berkompetisi di lapangan tapi harus dengan fair, dengan tidak saling mencelakakan, oleh karena itu ada rambu-rambunya,” buka CEO PT LIB, Risha Adi Wijaya terkait insiden pada pertandingan Persebaya melawan Arema FC.

Ketika pertandingan selesai, skuat Arema FC mendapatkan ucapan selamat tinggal yang menjengkelkan. Hanif Sjahbandi dan kawan-kawan menerima lemparan botol dari penonton.

Risha mengatakan berbagai insiden di partai Persebaya melawan Arema FC dapat masuk ke ranah Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Dalam waktu dekat, hukuman bakal dijatuhkan untuk tuan rumah.

“Apapun yang terjadi di luar itu atau yang melanggar dari kaidah-kaidah aturan dan lain-lain, itu akan ada hukuman yang berlaku, di tunggu saja dalam minggu ini. Pasti akan ada hukuman yang keluar. Kalau memang itu terjadi hal-hal yang melanggar peraturan,” imbuh Risha.

“Setiap pertandingan ada regulasinya, ada yang boleh, ada yang tidak, jadi ada yang mengatur intinya. Tentunya apabila ada hal-hal yang melanggar regulasi ataupun melanggar disiplin itu tentu nanti akan ada hukumannya karena semua sudah diatur sedemikian rupa baik buat panpel maupun buat klubnya yang bertanding,” tuturnya.

Risha sangat menyayangkan kejadian tersebut terjadi. Mantan Direktur PT Persib Bandung Bermartabat itu berharap, insiden di pertandingan tersebut tidak terulang kembali.

“Terus terang kami sangat menyayangkan kejadian-kejadian yang seharusnya tidak perlu terjadi dan kami berharap semoga semua pihak yang terkait dengan suatu pertandingan itu menjadi lebih dewasa. Agar pertandingan bisa berjalan dengan menyenangkan dan fair,” ungkap Risha.