Sriwijaya FC Seret Poin karena Minim Merotasi Pemain?

Dalam enam laga Gojek Liga 1 Indonesia bersama Bukalapak, Sriwijaya FC baru berhasil meraih enam poin dan tertahan di peringkat ke-12 klasemen sementara.

Ada satu hal yang dianggap jadi penyebab seretnya perolehan poin Sriwijaya FC. Hal itu berkaitan dengan formasi yang diturunkan pelatih Rahmad Darmawan.

Pelatih yang akrab disapa RD itu tergolong minim melakukan rotasi dan hampir selalu memainkan skema maupun pemain yang hampir sama.

Sektor kiper, misalnya, selalu dihuni Teja Paku Alam. Begitu pula di lini belakang yang kerap mengandalkan kuartet Marco Meraudje, Hamka Hamzah, Mohamadou Ndiaye, dan Alfin Tuasalamony, plus Novan Sasongko.

Sedangkan di lini tengah, Makan Konate, Syahrian Abimanyu, Zulfiandi, Adam Alis serta Yu Hyun-koo secara bergantian bermain. Sementara trio di lini depan hampir selalu menjadi milik Alberto Goncalves, Manucechr Dzalilov, dan Esteban Viscarra.

Hanya sekali Patrich Wanggai mengisi satu tempat di lini depan, yakni laga terakhir melawan PSM Makassar (28/4/2018), menggantikan Beto yang mengalami cedera.

Di luar nama tersebut, tercatat Zalnando dan Rahmad Hidayat yang berkesempatan turun musim ini bersama Sriwijaya FC. Nama terakhir sempat mencuri perhatian sewaktu dimasukkan menjelang babak kedua berakhir saat laga kontra PSM.

Meski gagal mencetak gol atau menyumbangkan assist, pergerakan pemain asal Medan itu mampu mengacak-acak lini pertahanan lawan.

Meski begitu, RD mengaku secara umum, Sriwijaya FC tidak mengalami banyak masalah, hanya memang perlu perbaikan, terutama dalam hal penyelesaian akhir. “Problem utama tetap mencetak gol, kalau yang lainnya, saya pikir tidak ada masalah,” ujarnya.