Cerita Kapten Timnas Putri Indonesia U-16 Berperang demi UN dan Piala AFF

Pendidikan bukanlah prioritas bagi sejumlah olahragawan Tanah Air. Mereka kebanyakan lebih fokus meningkatkan kemampuan dalam bidang yang ditekuni, ketimbang berkutat dengan buku-buku pelajaran di bangku sekolah. Namun, fenomena itu tidak berlaku bagi kapten Timnas Putri Indonesia U-16, Safira Ika.

Ika, begitulah sapaan remaja 15 tahun tersebut. Usia yang masih seumur jagung bukan alasan baginya hidup bebas dari tekanan. Dia kerap dihadapi dengan dilema karena harus membagi waktu antara pendidikan dan sepak bola.

Puncaknya, Ika dihadapkan dengan situasi pelik karena harus menjalani Ujian Nasional (UN) dan pemusatan latihan timnas untuk Piala AFF 2018. Keadaan yang rumit tidak membuat sang kapten patah semangat. Dia justru berusaha melakoninya tanpa beban.

“Saya harus membagi dua konsentrasi antara UN dan Piala AFF. Sebelum bertolak ke Palembang, saya meminta kepada pelatih untuk pulang mempersiapkan UN. Pada Senin 23 April kemarin, saya menjalani UN sesi pertama pukul 07.00 pagi. Namun, sebelum itu saya sempatkan berlatih sebelum berangkat ke sekolah,” kata Ika kepada Bola.com.

“Selesai UN sekitar jam 10. Saya kemudian berlatih sore hari dan kembali belajar pada waktu malam untuk UN besok. Sejujurnya situasi itu melelahkan karena saya harus membagi konsentrasi secara penuh dalam dua aktivitas penting,” tutur Ika.

Ika mengaku sempat dilarang kedua orang tuanya untuk bermain sepak bola. Namun, mereka perlahan luluh dan mengizinkan sang anak untuk bebas melakukan apapun yang dinginkan.

“Orang tua selalu memberikan dukungan penuh kepada saya selama periode itu. Namun, saya sempat tidak mendapat dukungan pada tahap awal bermain sepak bola. Lambat laun mereka justru setuju agar saya juga fokus ke dunia olahraga,” ujar Safira Ika.

Dukungan dari keluarga membuat Ika lebih bersemangat bertarung di Piala AFF Wanita U-16. Timnas Putri Indonesia U-16 akan menjalani laga perdana kontra Thailand, Rabu (2/5/2018) di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang.