Sekolah Olahraga Barito Putera Gembleng Anak-Anak Lokal ke Pentas Nasional

Barito Putera tak cuma sekadar berfokus di Liga 1. Lewat sekolah olahraga, mereka membibit pesepakbola untuk diorbitkan ke pentas nasional.

Sekolah itu diberi label Sekolah Olahraga Barito Putera dan ada di bawah payung PT. Putera Barito Berbakti. SOBP tergolong anyar, baru didirikan pada 2015.

SOBP membina anak-anak sejak dini, mulai umur 5 sampai 16 tahun. Kini, sebanyak 250 anak-anak dan remaja digembleng kemampuan sepakbola di Stadion 17 Mei, Banjarmasin. Saat ini, SOBP memang berfokus pembibitan di sepakbola, nantinya bakal berkembang ke cabang olahraga lain.

Untuk menggali potensi anak-anak, SOBP menggandneg orang tua. Selain itu, anak-anak mendapatkan pembekalan pembangunan karakter melalui edukasi berbasis olahraga dengan standar Internasional.

Menurut Asisten Manajer Barito Putera, Mochamad Arifin, perkembangan karakter adalah hal yang sangat krusial untuk diberikan kepada anak-anak usia dini daripada prestasi semata.

“Sekolah olahraga ini lebih mengedepankan pada perkembangan karakter anak. Jadi, kami di sini tidak mencari menang, namun keceriaan dalam bermain sepakbola,” kata Arifin.

Siapa pun anak yang terdaftar di sini (SOBP) wajib untuk bertanding, harus mendapatkan waktu bermain yang sama rata. Anak yang gemuk, kurus, semuanya harus bermain. Mereka juga harus merasakan main di semua posisi. Filosofi sepakbola yang dianut oleh SOBP adalah bukan membuat good player, tapi good character,” sambungnya.

SOBP memiliki tiga kelas, yaitu kelas A dengan anak-anak di usia 5-8 tahun, kelas B di usia 9-12 tahun, dan kelas C di usia 13-16 tahun. Tiap-tiap kelas terdapat dua pelatih dengan durasi latihan 90 menit.

Setiap caturwulan pihak sekolah juga melakukan parents gathering. Setiap orang tua mendapatkan materi terkait pengembangan jangka panjang anak-anaknya di sepakbola.

Pada Minggu (29/4/2018) pagi WITA, detikSport dan beberapa media lainnya berkesempatan melihat SOBP dari dekat. Dalam pelatihan di kelas A, para anak-anak belum diasah soal teknik dan taktik permai. Mereka dibebaskan untuk menggiring bola dengan tujuan bisa mengenal sepakbola lebih baik.

Di kelas B, anak-anak sudah mulai diasah soal teknik olah bola. Salah satunya cara melakukan passing-passing. Sedangkan di kelas C, mereka sudah mulai berlatih layaknya tim profesional.

“Di sini anak-anak masih banyak game, mereka harus senang supaya kemampuan dengan bolanya bisa keluar. Mereka latihan dua kali dalam seminggu,” kata Ronnie Carvalho, pelatih kelas B di SOBP.

loading...