Tunggak Gaji Pemain, PSIM Awali Liga 2 dengan Minus Sembilan Poin

PSIM Yogyakarta harus menerima kenyataan pahit di awal musim ini. Belum juga mendapatkan poin pertama, tim berjuluk Laskar Mataram itu sudah harus menerima hadiah pengurangan sembilan poin.

Hukuman tersebut merupakan bagian dari sanksi FIFA buntut kesalahan yang mereka lakukan beberapa tahun lalu. Berdasar surat dari PSSI kepada operator Liga 2 2018, PT Liga Indonesia Baru (LIB), dijelaskan FIFA menyampaikan instruksinya kepada PSSI untuk memotong sembilan poin milik PSIM.

Kesalahan yang dilakukan PSIM sehingga FIFA memberikan sanksi pemotongan poin adalah terkait penunggakan gaji terhadap tiga pemain mereka pada Divisi Utama 2011/2012, yakni Emile Emanuel Anthony Linkers, Kristian Ademund, dan Lorezo Yofffrey Rimkus.

Hingga kompetisi Divisi Utama musim tersebut berakhir, PSIM masih memiliki tunggakan gaji kepada tiga pemain yang disebut di atas.

Sesuai putusan dalam disciplinary committee FIFA, maka PSIM dihukum pengurangan poin. “Sanksi ini mudah mudahan bisa menjadi pelajaran penting bagi klub-klub di tanah air,” kata CEO PT LIB, Risha Adi Widjaya seperti dilansir situs resmi Liga Indonesia.

“Bagaimanapun hak-hak pemain harus diberikan. Jika sudah seperti ini, pada akhirnya klub yang akan merugi,” lanjut Risha Adi Widjaya.

Pengurangan sembilan poin ini tentu merupakan kerugian besar buat PSIM. Perjuangan mereka untuk lolos dari babak penyisihan Grup Timur semakin berat, terlebih mereka menelan kekalahan 1-3 dari Madura FC di laga pertama Liga 2 2018 di Stadion Ahmad Yani, Sumenep, Madura, Selasa (24/4).

loading...