Indra Sjafri Pilihan Paling Logis Timnas U-19

PSSI resmi menunjuk pelatih Indra Sjafri sebagai arsitek Tim Nasional Indonesia U-19.

Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di restoran Dapoer Sunda, Bellagio, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (25/4/2018), penunjukan ini menjadikan pelatih asal Sumatera Barat itu sudah tiga kali menjabat sebagai pelatih timnas U-19.

Sebelumnya PSSI mengatkan bahwa mereka ingin Bima Sakti fokus membantu tugas Luis Milla sebagai asistennya di skuat U-23, usai kekalahan skuat U-19 melawan Jepang dalam sebuah laga uji coba bulan lalu.

Sebelumnya kontrak Indra Sjafri tak diperpanjang pada akhir tahun 2017 lalu, dimana skuat U-19 hanya keluar sebagai peringkat tiga terbaik Piala AFF U-18 di Myanmar.

Lalu Egy Maulana dkk. juga tampil kurang greget dalam kualifikasi Piala Asia U-19 2018 pada bulan Oktober 2017 di Korea Selatan. Mereka kalah bersaing dengan Korsel dan juga Malaysia di babak putaran grup. Hanya meraih dua kemenangan dan dua kekalahan dalam empat laga yang mereka lakoni.

Namun karena status Indonesia adalah sebagai tuan rumah maka hasil dari babak kualifikasi itu tak mempengaruhi tiket di putaran final tahun ini.

Sejak saat itu posisi Indra Sjafri mulai digoyang dan beredar isu dirinya akan dipecat.

Nama Indra Sjafri meroket berkat kesuksesannya membawa Evan Dimas dkk menjuarai Piala AFF U-19 tahun 2013 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo.

Dia kemudian diberhentikan pada awal November 2014 akibat kegagalan Timnas U-19 Indonesia pada Piala Asia U-19 di Myanmar.

Indra Sjafri sendiri adalah pilihan paling logis untuk para pemain U-19, dimana ia sudah mengenal secara dalam karakter dan watak para pemainnya. Metode blusukan yang ia jalani sejak tahun 2012 lalu terbukti cukup baik dalam mengorbitkan nama-nama baru di sepakbola Indonesia.

Komunikasi dan juga pendekatan psikologis kepada para pemain muda Indonesia merupakan salah satu yang terbaik hingga saat ini.

Sebelum PSSI menunjuk kembali Indra Sjafri, beberapa nama sempat naik ke permukaan. Bahkan mantan pelatih Myanmar yang asal Jerman, Gerd Zeise sempat masuk ke dalam bursa calon pelatih timnas U-19.

Indra Sjafri sendiri memiliki pekerjaan baru bersama rekannya yang juga pengusaha yakni Ustad Yusuf Mansyur. Dirinya mendirikan sebuah manajemen profesional yang bergerak di bidang sepakbola. Mereka juga meluncurkan akademi sepak bola, yang diberi nama Indra Sjafri Football Academy. Akademi sepak bola yang dibangunnya bersama Ustaz Yusuf Mansur itu memilih homebase di Bontang, Kalimantan Timur.

Bahkan kedua sosok itu mulai menancapkan investasi ke beberapa klub profesional di Indonesia, sebut saja Persika Karawang, Persikabo Bogor dan juga Persikota Tangerang.

Yang terbaru mereka berdua memiliki andil besar dalam mengantarkan Egy Maulana ke Polandia untuk bergabung dengan Lechia Gdansk.

Tugas berat menanti Indra Sjafri seiring mepetnya waktu persiapan timnas U-19 menyambut beberapa turnamen bergengsi tahun ini yang akan diadakan di Indonesia.

Tentu asa untuk finis di posisi empat besar Piala Asia U-19 akan ada di pundak mantan pelatih Bali United ini. Jika ini terwujud nama Indonesia akan ada di Piala Dunia U-20 untuk pertama kalinya dalam sejarah.