Kerinduan Pentolan Viking Bisa Dukung Langsung Persib di Jakarta

Pada era 1990-an adalah periode yang dirindukan para Bobotoh. Ya, karena masa itu adalah masa ketika datang ke Jakarta demi mendukung Persib Bandung belum menjadi tabu buat mereka.

Ambil contoh pada 1995, saat Persib melawan Persija di Stadion Menteng. Laga itu berakhir dengan skor 1-1 setelah ‘Maung Bandung’ menyamakan kedudukan pada menit ke-88.

Turut hadir tiga sosok pendiri Viking kala itu: almarhum Ayi Beutik, Heru Joko, dan Yana Umar. Ketiganya masuk dalam lautan biru di tribune timur.

Yana dan Heru tak bisa lagi mengulang masa-masa itu kini. Setiap Persija menjamu Persib di ibu kota, pihak kepolisian melarang Bobotoh untuk datang. Alasannya tentu saja untuk menghindari bentrokan dengan Jakmania setelah hubungan kedua suporter memanas sejak awal 2000-an.

Tidak terkecuali laga terdekat, Sabtu (28/4/2018). Persija dijadwalkan menjamu Persib di Stadion Utama Gelora Bung Karno, dengan catatan izin keramaian turun dari pihak kepolisian. Demi mencegah kerusuhan, Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis meminta Bobotoh tidak bertolak ke Jakarta.

Bagi Yana, keputusan tersebut bisa diterima demi kebaikan semua pihak.

“Ya tidak apa-apa Bobotoh jangan ke Jakarta. Kami masih bisa mendukung dan menonton dari Bandung,” ujar Yana kepada kumparan (kumparan.com), Selasa (24/4).

Menurut Yana, tidaklah bijak bagi Bobotoh jika nekat tetap bertolak ke Jakarta. Sebab, kedua suporter tengah menjalin upaya rekonsiliasi dan menebar perdamaian sampai kalangan akar rumput.

Itu sudah dimulai sejak tahun lalu setelah Bobotoh bernama Ricko Andrean meninggal akibat pengeroyokan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Demi melepas kepergiannya, Bobotoh dan Jakmania bersatu menyalakan 1.000 lilin di Stadion Patriot, rumah Persija musim lalu.

“Ya komunikasi terus terjalin (dengan Ketua Umum Jakmania, Ferry Indrasjarief),” katanya menambahkan.

Kendati begitu, tidak dimungkiri oleh Yana bahwa mendukung Persib melawan Persija di Jakarta adalah kerinduan. Terlebih lagi, dia termasuk orang yang pernah melakukannya pada masa lalu. Yana pun berharap, dengan perdamaian penuh dari kedua kubu, kerinduannya bisa berakhir.

“Pasti ada harapan untuk nonton laga melawan Persija lagi di Jakarta,” pungkasnya.

Mendukung Persib ke Jakarta sebetulnya bukanlah larangan sepenuhnya buat Bobotoh. Ambil contoh pada final Piala Presiden 2015, ketika Persib bersua Sriwijaya FC. Mereka masih boleh datang ke SUGBK dengan pengamanan ekstra ketat demi mencegah gesekan.

Namun, apabila lawannya adalah Persija dan Jakmania sudah pasti hadir, larangan datang ke ibu kota diberikan kepada Bobotoh.