Panpel Arema Bakal Rekrut Match Steward dari Aremania

Panitia pertandingan Arema FC telah melakukan evaluasi setelah insiden kericuhan yang terjadi pada laga kontra Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/4/2018). Satu di antara hasil evaluasi adalah mengganti match steward atau petugas keamanan yang bertugas.

Menurut pihak panpel, petugas keamanan tersebut dinilai jadi salah satu pemicu amarah Aremania karena diketahui melakukan kekerasan ketika mengadang aksi suporter. Padahal sesuai aturan match steward harus melakukan tindakan persuasif kepada penonton.

“Sudah kami sepakati akan mengganti match steward. Ada usulan panpel mengambil tenaga kemanan dari Aremania,” kata CEO Arema, Iwan Budianto, Sabtu (21/4/2018).

Menurut Iwan, jika berasal dari Aremania maka match steward diyakini tak akan melakukan tindakan kekerasan kepada rekannya sendiri ketika ada aksi protes. Namun, Panpel harus berkomunikasi dengan berbagai korwil Aremania untuk mendapatkan masukan siapa saja yang bisa direkrut jadi match steward.

Panpel berjanji berusaha secepatnya menggodok usulan tersebut. Saat pertandingan melawan Persipura Jayapura di Stadion Kanjuruhan, Jumat (27/4/2018), panpel sudah memiliki personel keamanan yang baru.

“Sesuai manual Liga, match steward harus ada. Mereka harus selalu mengawasi semua penonton yang di stadion,” ujar Ketua Panpel Arema, Abdul Haris.

Selama ini Panpel Arema bekerja sama dengan Profesional Guard Malang (PGM) sebagai match steward. Perkumpulan guard tersebut sudah terkenal sukses mengamankan berbagai event di Malang Raya. Namun, peristiwa akhir pekan lalu jadi pukulan telak panpel Arema.

“Match steward merupakan personil keamanan yang ada di bawah naungan panpel pertandingan Arema FC. Mereka yang akan bertugas di barisan paling depan untuk menjaga Aremania. Semoga tidak ada lagi aksi kekerasan yang terjadi,” sambung Abdul Haris.