Kekalahan dari Persija Jadi Pelajaran Berharga bagi Pemain Muda PSIS

PSIS Semarang kalah telak 1-4 saat menjamu Persija Jakarta dalam lanjutan Liga 1 bersama Bukalapak di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (20/4/2018). Itu adalah kekalahan kedua tim Laskar Mahesa Jenar dari lima pertandingan yang sudah dijalani.

General Manager (GM) PSIS, Wahyu Winarto, menjelaskan kekalahan tersebut menjadi pelajaran berharga bagi timnya, khususnya para pemain. Apalagi mayoritas pemain tim asal Kota Lunpia itu masih berusia muda dan jebolan kompetisi Liga 2 musim lalu.

”Ini menjadi pelajaran berharga bagi kami dan juga pemain. Coach (Vincenzo Alberto Annese-red) juga berkata demikian dan diharapkan ini menjadi kekalahan terakhir,” ungkap pria yang akrab disapa Liluk itu, Sabtu (21/4/2018).

Faktor mental diakui Liluk jadi titik lemah saat kalah dari Macan Kemayoran. Para pemain terlihat grogi dengan nama besar Persija dan beberapa kali melakukan kesalahan.

Menurut Liluk, peningkatan mental bertanding jadi bahan evaluasi penting sebelum menghadapi pertandingan berikutnya. PSIS Semarang akan menantang tuan rumah Perseru Serui di Stadion Marora, pekan depan.

”Kami banyak pemain muda sehingga perlu perbaikan dari sisi mental. Kalau anak-anak bisa menguasai itu, saya rasa mereka akan tampil luar biasa,” tukas dia.

Liluk tetap mengapresiasi kerja keras pemain dan juga tim pelatih. Para pemain dinilainya bermain cukup baik di babak pertama dengan menciptakan banyak peluang.

”Ini kembali pada konsentrasi anak-anak. Dua pertandingan kami selalu lepas kendali di babak kedua dan itu jadi catatan untuk evaluasi PSIS Semarang,” tegas Liluk.