Tottenham Hotspur Ikut Rayakan Ulang Tahun ke-88 PSSI

Pada Kamis (19/04/18) lalu, induk tertinggi sepakbola Tanah Air, yakni Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) merayakan hari jadinya yang ke-88 tahun.

Seperti diketahui, PSSI pada 19 April 1930 silam didirikan oleh Ir. Soeratin Sosrosoegondo yang menjadi Ketua Umum pertama dan terlama dalam sejarah organsisasi olahraga tertua di Tanah Air tersebut.

Momen ulang tahun PSSI itu pun dimanfaatkan oleh sejumlah pemain Timnas Indonesia untuk menyampaikan harapannya.

Menggunakan media sosial pribadi masing-masing, sejumlah pemain Skuat Garuda berharap PSSI ke depannya semakin profesional dan dapat memajukan sepakbola Indonesia.

Beberapa pemain Timnas yang memberi ucapan selama ulang tahun untuk PSSI adalah Andritany Ardhiyasa, Ilija Spasojevic, dan Hansamu Yama Pranata.

Gaung ulang tahun PSSI sendiri ternyata tidak hanya dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat pencinta sepakbola Tanah Air dan juga pesepakbola Indonesia.

Bahkan, salah satu klub peserta Liga Primer Inggris musim 2017/18, Tottenham Hotspur juga ikut mengucapkan selamat ulang tahun ke PSSI.

Melalui akun Twitter resmi berbahasa Indonesia, Tottenham mengunggah foto logo PSSI dengan latar belakang Stadion Gelora Bung Karno.

Pada bagian pojok kanan foto, Tottenham juga menyertakan tanggal berdirinya PSSI, yakni 19 April 1930.

Di tengah perasaan bahagia karena PSSI mampu bertahan selama 88 tahun, ada satu hal yang merusak suasana perayaan ulang tahun organsisai yang terbentuk sejak zaman penjajahan itu.

PSSI resmi dijatuhi hukuman FIFA karena gagal menjalankan perintah yang ditetapkan Komite Disiplin FIFA. PSSI pun harus membayar CHF 30.000 atau sekitar Rp427 juta.

“Asosiasi Sepakbola Indonesia (PSSI) telah dijatuhi sanksi sebesar CHF 30.000 karena dinilai gagal menjatuhkan hukuman pengurangan poin kepada enam klub sebagaimana ditetapkan oleh Komite Disiplin FIFA dimana klub ini telah melanggar aturan.”

“Hal ini termasuk termasuk pelanggaran Komisi Disiplin FIFA (tidak menghormati hukuman yang ditetapkan oleh FIFA Dispute Resolution Chamber),” demikian pernyataan yang dirilis FIFA pada Kamis (19/04/18).

loading...