PSIM Kembali Tambah Tiga Amunisi

Jelang bergulirnya kompetisi Liga 2 2018 yang akan dimulai 23 April 2018 mendatang, PSIM Yogyakarta kembali mendapat tiga tambahan amunisi anyar.

Tiga pemain tersebut ialah dua bek tengah Fandy Edy dan Nanda Bagus, sementara satu pemain lainnya ialah pemain sayap Ismail Haris.

Sebelumnya, ketiga pemain tersebut memang telah disebut oleh Erwan Hendarwanto memiliki kualitas di atas pemain seleksi lainnya seusai melihat penampilan ketiganya di laga uji coba melawan Persik Kendal beberapa waktu lalu.

Menurut Manajer PSIM Yogyakarta, Agung Damar Kusumandaru, ketiganya sudah mencapai kesepakatan dengan manajemen.

“Ketiganya sudah deal, sekarang sudah ada 22 pemain dan masih ada peluang untuk menambah pemain sesuai kebutuhan pelatih,” kata Agung.

Mengenai pembagian jadwal resmi yang menunda laga derby DIY melawan PSS Sleman, Agung menyambut baik kabar tersebut.

Menurutnya, jadwal resmi yang dikeluarkan PT. Liga Indonesia Baru sudah cukup baik dan juga sesuai dengan prediksinya jauh-jauh hari sebelumnya.

“Tak ada masalah meski harus melakoni laga ke Papua nantinya. Sama saja jika di Grup Barat juga tandang ke sejumlah daerah di Pulau Sumatera dengan perkiraan biaya yang tidak sedikit,” ungkap Agung.

Seperti diketahui, laga derby yang berdasar draft jadwal akan berlangsung Minggu (22/4/2018) akhirnya mengalami perubahan total.

PSIM akan melakoni laga perdana melawat ke kandang Madura FC di Sumenep, Kamis (26/4), sedangkan PSS Sleman akan menjamu Mojokerto Putra pada laga kandang di Stadion Maguwoharjo, Sleman di hari yang sama.

Sementara laga derby, diundur pada pekan ke-10 dan PSS Sleman akan mendapat giliran terlebih dahulu sebagai tuan rumah, Kamis (26/7/2018).

Meski akhirnya tetap harus bertemu saudara mudanya tersebut, Agung yang dari awal berharap tidak tergabung dalam satu grup dengan PSS lantaran pertimbangan izin pertandingan dan faktor keamanan berharap tetap dapat menggelar laga di Stadion Sultan Agung, Bantul layaknya laga kandang biasa.

“Kami akan meyakinkan ke pihak kepolisian bahwa nantinya pertandingan tetap bakal berjalan kondusif. Justru ini sebenarnya jadi momentum berdamainya suporter di DIY,” ungkapnya. (tribunjogja)

loading...