Giliran Bhayangkara FC Kritik Sanksi Komdis PSSI

Bhayangkara FC mendapatkan dua hukuman dari Komisi Disiplin PSSI. Manajer Sumardji dan pelatih Simon McMenemy dianggap telah mencoreng azas sportivitas.

Dalam sidang Komdis PSSI, Rabu 18 April 2018, diputuskan Sumardji dikenai sanksi denda Rp25 juta. Dia melakuan protes berlebihan serta melakukan tindakan tidak sportif saat Bhayangkara FC melawat ke Stadion Marora, markas Perseru Serui, 14 April 2018.

Denda dengan jumlah yang sama juga diberikan kepada Simon. Pria asal Skotlandia tersebut melakukan protes sambil menendang botol dan memainkan bola yang seharusnya lemparan ke dalam untuk pemain Perseru.

“Coba lihat Yamasita (bek Perseru) tahan bola pakai tangan, dan Boman juga. Posisi wasit ada di samping, kalau matanya tidak lihat kan aneh,” ujar Sumardji, Jumat 20 April 2018.

Pada pertandingan tersebut, Bhayangkara FC kalah dengan skor tipis 0-1. Banyak keputusan wasit yang dianggap oleh Sumardji tidak adil.

“Kalau demikian ofisial protes katanya berlebihan dan berujung denda. Apakah kalau wasit pakai cara seperti ini harus dibiarkan, bisa rusak mental pemain,” imbuhnya.

Terkait dengan sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI, Sumardji mengaku tidak ambil pusing. Dia siap menanggungnya, dan menegaskan takkan mengubah sikap selagi masih ada wasit yang tidak cakap dalam memimpin.

“Saya tetap akan pada karakter saya yang selalu protes keras kepada wasit yang memimpin pertandingan yang tidak punya integritas dan keberanian mengambi keputusan.” (mus)