Dalih PSSI Terkait Sanksi yang Dijatuhkan FIFA

Induk federasi sepakbola Indonesia (PSSI) berlapang dada terkait hukuman yang diberikan FIFA. Namun meski menerima, PSSI sejatinya sudah berusaha menjalankan hukuman yang diberikan FIFA.

PSSI memang mendapat sanksi dari FIFA karena dinilai tidak menjalankan perintah yang ditetapkan oleh Komite Disiplin FIFA. 

FIFA memberikan hukuman terhadap enam klub PSSI. Akibat dari kelalaian tersebut, PSSI diwajibkan membayar denda sebesar 30 ribu CHF (mata uang Swiss) atau sekitar Rp247 juta.

PSSI melalui Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, angkat bicara terkait hukuman yang diterima PSSI.  

“Sebenarnya case-nya macam-macam, ada yang mulai tahun 2013, 2014 dan seterusnya. Tapi keputusan-keputusan Komdis FIFA final di 2017. Kisaran bulan Juli-Agustus. Khususnya di Liga 1 sangat mudah dieksekusi yakni Persegres dan Madura United pengurangan poinnya, tidak ada masalah itu tereksekusi. Sudah dieksekusi, kalau di klasemen terakhir terjadi koreksi poin,” ucap pria yang kerap disapa Jokdri ini.

“Tentu PSSI menerima bahwa FIFA menganggap PSSI belum menjalankan pengurangan poin itu. PSSI akan bersurat kepada FIFA untuk meminta penjelasan tentang ini karena sebelumnya PSSI menyampaikan permohonan agar implementasi ini dilakukan pada musim 2018 ini,” jelasnya.

“Kami ingin menjalankan sebenarnya di awal bulan Maret kemarin. Tapi di kompetisi kita di Liga 2 dan Liga 3, bahkan belum mulai tahun ini. Iya kan, sehingga saat deadline harus diputuskan di komdis. Kompetisi belum on jadi implementasinya belum dilihat, belum bisa dieksekusi,” bebernya.

Meski berdalih sudah menjalani hukuman dari FIFA dan menemui kendala dalam menjalankannya PSSI tidak akan lari dari kewajiban. Jokdri menegaskan bahwa PSSI akan tetap membayar denda yang sudah dijatuhi.

“Soal denda tetap, dijalankan, bagi PSSI denda tidak bisa dihindari. Kalau PSSI tidak menjalankan itu denda masih jalan,” tutup dia.