Suporter PSIM dan PSS berikrar tidak rusuh

Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta mempertemukan perwakilan suporter klub Persatuan Sepak Bola Indonesia Mataram (PSIM) dan Persatuan Sepak Bola Sleman (PSS) untuk ikrar bersama menjaga keamanan selama laga keduanya pada Liga 2 Indonesia 2018.

Puluhan suporter PSIM yang terdiri atas Brajamusti dan Mataram Independent (Maident) serta PSS yang terdiri atas Slemania dan Brigata Curva Sud itu dikumpulkan dalam acara Rekonsiliasi dan Paseduluran Suporter di Mapolda DIY, Kamis sore.

“Melalui pertemuan ini kami ingin mengetuk hati teman-teman suporter baik PSS maupun PSIM agar bersama-sama saling menjaga keamanan,” kata Kepala Kepolisian DIY Brigadir Jenderal Pol Ahmad Dhofiri.

Sesuai perubahan jadawal Liga 2, derby DIY antara PSS melawan PSIM akan digelar pada pada Kamis (26/7). PSS dan PSIM tergabung di grup yang sama Wilayah Timur pada babak penyisihan di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Dhofiri mengaku sengaja mempertemukan suporter PSS dan PSIM lantaran pernah terjadi kerusuhan antarsuporter kedua klub itu pada laga Divisi Utama di Stadion Mandala Krida Yogyakarta 2010.

Kapolda mengancam akan menghentikan laga keduanya apabila kerusuhan kembali terjadi seperi yang terjadi pada 2010.

“Saya meminta kerusuhan yang pernah terjadi pada 2010 tidak terulang lagi. Kalau tidak sanggup menjaga keamanan pertandingan akan saya hentikan,” kata dia.

Dhofiri berharap para perwakilan suporter yang terdiri atas manajer serta presiden suporter yang diundang pada sore itu mampu mengajak seluruh anggota suporter lainnya untuk menghindari bentrokan serta menjaga sportifitas pertandingan.

“Kalau kami tidak didengar saya yakin kalau anda yang ngomong saya yakin suporter lainny akan mengikuti,” kata dia.

Menurut Dhofiri, para suporter memiliki andil besar dalam mensukseskan Liga 2 yang pada muaranya akan memajukan persepakbolaan Tanah Air. “Kalau suporter masih suka rusuh bagaimana sepak bola di Indonesia akan maju,” katanya.

Selain memita seluruh perwakilan melakukan ikrar bersama untuk menjaga keamanan Liga 2. Para manajer dan presiden suporter kedua klub itu diminta menandatangani terkait pernyataan sikap untuk menjaga keamanan bersama dan kondusifitas di setiap pertandingan yang diselenggarakan.