Aceh United ke Jateng, Persiraja di Kandang

Liga 2 Indonesia Musim 2018 resmi dimulai Senin (23/4) pekan depan. Laga Persis Solo dan Semen Padang di Stadion Manahan, Solo, akan menjadi partai pembuka. Sementara duo tim Aceh yaitu Persiraja Banda Aceh dan Aceh United Football Club (AUFC) yang masuk grup barat akan menjalani pertandingan pekan pertama dengan status berbeda. Aceh United bertandang ke Jawa Tengah (Jateng), sementara Persiraja tampil di kandangnya.

Berdasarkan jadwal yang dirilis PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetensi profesional Indonesia, kemarin, perjuangan skuad Singa Aceh–jukukan AUFC–yang ber-home base di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, Banda Aceh ini dimulai saat mereka menguji ketangguhan tuan rumah Persibat Batang, di Stadion Moh Sarengat, Batang, Jawa Tengah, Selasa (24/4) pukul 16.00 WIB.

Lima hari kemudian atau tepatnya Minggu (29/4) sore, Aceh United yang kini ditangani pelatih asal Chile, Simon Pablo Elissetche bersama Effendi HT (Asisten Pelatih), Mulya Saputra (Pelatih Fisik), dan Markus Haris Maulana (Pelatih Kiper), akan melakoni laga away kedua dengan menjajal tim Jawa Tengah lainnya yaitu Persik Kendal di Stadion Utama Kebondalem, Kendal.

Sementara Lantak Laju–julukan Persiraja–akan mengawali Liga 2 musim ini dengan menjamu Persik Kendal di Stadion H Dimurthala Lampineung, Selasa (24/4) sore. Sementara pada laga kedua, Minggu (29/4), Persiraja di bawah asuhan pelatih Akhyar Ilyas-Wahyu AW juga harus terbang ke Batang untuk menantang tuan rumah Laskar Alas Roban–julukan Persibat–yang kini diarsiteki pelatih sarat pengalaman, Daniel Roekito

Kick-off Liga 2 ini mundur dua hari dari rencana sebelumnya yaitu 21 April 2018. Hal itu disepakati saat Manager Meeting di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Senin (16/4).

PT LIB menyiapkan dana subsidi kepada masing-masing tim peserta Liga 2 sebesar Rp 1,250 miliar. Sementara tim yang melaju ke delapan besar bakal mendapat tambahan subsidi Rp 250 juta. Sedangkan tim yang lolos ke semifinal tak lagi menerima tambahan subsidi. Sebab, mereka akan mendapat hadiah.

“Juara pertama akan mendapat hadiah Rp 1,5 miliar, peringkat kedua Rp 1 miliar, peringkat ketiga Rp 500 juta, dan peringkat keempat Rp 250 juta,” ujar Direktur Utama PT LIB, Berlinton Siahaan, dalam Manager Meeting tersebut.

Liga 2 tahun ini akan diikuti 24 klub yang dibagi dalam dua wilayah yaitu Barat dan Timur. Klub yang menjadi juara bersama peringkat kedua dan ketiga berhak promosi ke Liga 1 pada musim 2019. Sedangkan klub di peringkat 10, 11, dan 12 masing-masing grup (enam klub untuk dua wilayah) akan terdegradasi pada musim depan.

Kendati kick-off Liga 2 Musim 2018 sudah di ambang pintu, namun Aceh United Football Club (AUFC) terus melakukan persiapan serius. Selain meningkatkan porsi latihan bagi pemain, manajemen skuadra Singa Aceh–julukan Aceh United–terus mencari ‘amunisi’ baru untuk memperkuat beberapa lini yang dianggap masih menjadi kelemahan mereka.

Usaha terbaru yang dilakukan Aceh United adalah menyeleksi tiga pemain dalam pertandingan uji coba melawan Persimura Beureunuen, Pidie di Lapangan Mata Ie, Kecamatan Montasik, Aceh Besar, Senin (16/4) sore.

Ketiga pemain itu adalah Charles Orock (mantan punggawa Persebaya Surabaya dan Persela Lamongan), Hasan Basri Lohy (pemain kelahiran Ambon yang pernah membela PSM Makassar), dan Hermawan (mantan pemain Persiba Balikpapan). Orock dan Hasan Basri diseleksi untuk posisi depan (penyerang), sementara Hermawan di posisi bawah (stoper).

“Hasil penilaian tim pelatih dan musyawarah dengan manajemen, hanya Hasan Basri Lohy lolos seleksi. Sedangkan Orock dan Hermawan belum memenuhi kriteria yang kita tetapkan. Karena itu, Hasan Basri Lohy akan segera dikontrak, sedangkan Orock dan Hermawan sudah kita pulangkan,” jelas Presiden Klub Aceh United, HM Zaini Yusuf ST, kepada Serambi, kemarin.

Selain itu, tambah Zaini, dirinya pada Senin (16/5) malam sudah menandatangani kontrak dengn seorang pemain baru lain yaitu Godstime Ouseloka Egwuatu (Olisa). Zaini berharap kehadiran pemain naturalisasi asal Nigeria ini menambah kekuatan barisan belakang Aceh United dalam mengarungi Liga 2 musim 2018.

“Hal ini merupakan bagian dari usaha kita untuk mengejar target agar Aceh United lolos ke Liga 1 pada musim depan,” ungkap Zaini Yusuf. Untuk mencapai target itu, ia juga meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Aceh. “Dengan usaha bersama, Insya Allah target kita akan tercapai,” pungkas M Zaini Yusuf.(*/jal)